Mengapa Penumpang Tak Boleh Langsung Turun Setelah Pesawat Mendarat?

Pernahkah kamu mendengar imbauan dari pramugari untuk tidak berdiri sebelum pesawat berhenti sempurna sesaat setelah mendarat?
Himbauan tersebut ditujukan bagi seluruh penumpang pesawat yang secara tidak sadar langsung berdiri dari kursinya tepat sesaat setelah pesawat landing. Alasan penumpang tentu beragam dan wajib dimaklumi.
Mulai dari rasa lelah duduk di perjalanan panjang, perasaan bosan, ingin cepat sampai di rumah, pergi ke toilet, atau mungkin ingin secepat mungkin mengantre bagasi. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal ini, hanya saja, kamu mesti tahu alasannya.
Dilansir dari berbagai sumber, awak kabin maupun awak darat yang bertugas membutuhkan waktu untuk melakukan tindakan yang tepat sesuai prosedur. Karena ketika pesawat mendarat, bukan berarti kamu bisa langsung seenaknya keluar dari pintu dan pulang.
Berdiri dari bangku, tanpa sabuk pengaman ketika pesawat belum berhenti dengan sempurna, hal ini dapat menimbulkan resiko bagi dirimu maupun penumpang lain yang ada di sekitarmu, seperti jatuh, dijatuhi barang bawaan, atau menimpa orang lain. Sayangnya, peringatan awak kabin sering kali tidak dihiraukan.
Ketika roda pendaratan pesawat dikeluarkan, dan pesawat mulai landing. Awak kabin yang bertugas memiliki kewajiban untuk mematikan lampu berwarna merah yang berkedip di bagian luar badan pesawat.
Lampu ini menjadi penanda agar pesawat dapat menghindari armada atau awak yang bertugas sehingga tidak menimbulkan tabrakan. Mematikan lampu merupakan isyarat dari awak kabin ke pada awak darat bahwa pesawat aman untuk didekati karena telah mendarat secara sempurna dan pilot telah memadamkan mesinnya.
Sementara itu, kru yang bekerja di darat (ground control) akan membawa tangga dan menyelaraskannya dengan pintu pesawat. Setelah selaras dan aman untuk digunakan, barulah mereka akan memberikan sinyal pada awak kabin untuk membuka pintu dan mempersilahkan penumpang turun.
Meski terdengar sederhana, ada beberapa faktor yang bisa membuat waktu turun penumpang dari pesawat menjadi lebih lama. Misalnya saja masalah teknis yang membuat ground control kesulitan dengan tangga atau jembatannya agar dapat memiliki letak yang pas dengan pintu pesawat.
Atau kurangnya awak darat yang bertugas karena ada beberapa maskapai penerbangan yang tiba dalam waktu berdekatan atau bersamaan. Meski begitu, awak pesawat baik yang bekerja di dalam maupun di luar kabin, biasanya akan selalu mengusahakan yang terbaik agar kamu dapat turun secepatnya dari pesawat.
