Pencarian populer

Menikmati Hutan dalam Kota, Wisata Alternatif di Singapura

com-Salah satu pemandangan di MacRitchie Reservoir. Foto: Shutterstock

Kebisingan, lalu lalang keramaian, serta lampu-lampu gedung yang menyilaukan mata sudah menjadi pemandangan sehari-hari di jantung kota Negeri Singa. Singapura dikenal sebagai kota metropolitan, dengan kemajuan arsitektur dan teknologi yang pesat. Namun jika hendak mengarungi Singapura sepenuhnya, semua kemegahan itu tidaklah cukup. Harta besar lain yang dapat kamu ungkap di Singapura adalah kekayaan alamnya.

Mungkin tidak banyak yang tahu jika kawasan hijau di Singapura mencakup 47% luas wilayahnya. Satu-satunya cara untuk menikmati hijaunya Singapura adalah dengan menyusuri sendiri keasrian yang akan mengundangmu menikmati alam dengan sensasi yang berbeda.

Berikut adalah empat wisata hijau yang patut dijelajahi saat alam Singapura memanggil langkah-langkahmu.

The Southern Ridges

com-The Southern Ridges. Foto: Shutterstock

Turun di Stasiun MRT Harbourfront, berjalanlah sedikit menuju Marang Trail untuk memulai perjalananmu di the Southern Ridges. Dengan bentangan sejauh 10 kilometer, the Southern Ridges menawarkan indahnya alam hijau Singapura yang dihubungkan dengan jalur-jalur cantik.

Setelah menghirup udara segar saat melalui Marang Trail, kamu akan disuguhi berbagai tempat ikonik seperti Mount Faber Park dengan kereta gantungnya, Henderson Waves sebagai jembatan pejalan kaki tertinggi Singapura yang instagrammable, membaur dengan hutan di Forrest Walk, serta menikmati keindahan lampu jembatan Alexandra Arch di sore atau malam hari.

Luangkan waktu sekitar 2-3 jam jika ingin menyusuri the Southern Ridges karena jalurnya yang panjang. Jangan lupa untuk membawa air minum dan mengenakan pakaian yang cocok untuk bergerak bebas. Jika lapar mengadang, terdapat Dusk Restaurant & Bar di jalur Mount Faber, yang bisa juga dicapai dengan kereta gantung.

Singapore Botanic Garden

com-Singapore Botanic Garden Foto: Shutterstock

Sebagai kebun raya, Singapore Botanic Garden memiliki kekayaan alam yang akan memuaskanmu — khususnya pecinta tanaman. Namun lebih dari itu, tempat ini akan memberikan kesan yang lebih ketika kamu mulai menapakinya. Sebut saja the National Orchid Garden, yang memamerkan koleksi anggrek terbesar di dunia dengan lebih dari 60 ribu jenis tanaman dan anggrek.

Kebun raya di Singapura ini menjadi tempat sempurna untuk berjalan-jalan, piknik, bermalas-malasan, atau menenangkan pikiran dengan menyatu bersama alam. Dengan naik MRT lalu turun di Botanic Gardens MRT Station, kamu akan tiba di bagian utara kebun raya ini dan bersiaplah untuk menikmatinya.

TreeTop Walk

com-Tree Top Walk. Foto: Shutterstock

Jika kamu menyukai hiking atau ingin merasakan pesona alam yang lebih eksotis di Singapura, TreeTop Walk bisa jadi jawabannya. Jalur sepanjang 6 kilometer ini merupakan bagian dari wilayah MacRitchie Reservoir sekaligus rute hiking terpanjang di sana. Ikat tali sepatumu kencang-kencang dan siapkan stamina jika hendak bertualang di TreeTop Walk. Rindangnya alam beserta aneka makhluk hidup yang mungkin ditemui di jalan akan membuat lelahmu tak sia-sia.

Trenggiling, kubung Malaysia, serta aneka kadal adalah beberapa fauna yang menjadikan wilayah sekitar TreeTop Walk rumah mereka. Jangan pula lupakan bunga-bunga atau burung yang sesekali hinggap. Menghubungkan puncak Bukit Peirce dan Bukit Kalang, terdapat jembatan suspensi yang ikonik di jalur TreeTop Walk yang tentunya wajib dicoba.

TreeTop Walk tidak dapat dicapai oleh MRT, melainkan harus menggunakan mobil atau bus umum yang berhenti di ESSO Station dan kemudian dilanjutkan ke Venus Drive. Dari sana, kamu sudah bisa memulai perjalanan hiking-mu.

Hutan Rawa Sungei Buloh

com-Rawa Sungei Buloh. Foto: Shutterstock

Tidak hanya pepohonan dan kebun raya, Singapura juga memiliki hutan rawa yang menarik untuk dikunjungi. Untuk menuju ke sana, turun di Kranji MRT Station lalu dilanjutkan dengan Bus 925C ke lokasi. Wisata alam yang tidak biasa sudah menantimu.

Tidak tanggung-tanggung, tempat reservasi ekologi ini memiliki luas 87 hektar ini sehingga banyak hal yang bisa dilakukan di sana. Kamu bisa mengamati hewan air seperti kepiting, ikan gelodok, atau lobster lumpur dari pos pengamat. Untuk menambah pengetahuan, tempat ini menyediakan tur gratis berpemandu dengan aktivitas seperti demo beternak udang atau melukis.

Sembari menyusuri lahan basah di atas jembatan-jembatan kayu ini, mendongaklah untuk memandang burung-burung yang sedang bermigrasi melalui wilayah ini. Udara timur laut Singapura yang menyapu wajah juga mungkin akan membuatmu lupa bahwa kamu sedang berada di Singapura yang identik dengan ingar bingar dan kemegahan.

com-Pemandangan dari jembatan The Henderson Waves. Foto: Shutterstock

Sepulang dari petualangan ke berbagai destinasi wisata alam Negeri Singa, pemandangan kota metropolitan kembali menyambutmu. Keasrian yang ditemukan di Singapura menyadarkan bahwa negeri ini memiliki perpaduan harmonis antara teknologi dan alam, antara gedung kota dan pepohonan hijau yang membaur. Itulah nilai lebih yang membuat Singapura selalu menjadi tempat berharga untuk dikunjungi, lagi dan lagi.

Jangan hanya melihat-lihat, jadilah Penjelajah.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Disponsori oleh
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.32