kumparan
11 Des 2018 16:01 WIB

Pesona Bukit Terasering Panyaweuyan di Majalengka yang Memukau

Wisata Terasering Panyaweuyan, Majalengka. (Foto: Flickr/hanin dito)
8 Desember 2018 lalu, akun Instagram Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengunggah beberapa foto destinasi wisata yang ada di Jawa Barat. Dengan caption “MAJALENGKA, a hidden tourism treasure of West Java” alumni ITB itu memposting beberapa foto untuk memperlihatkan indahnya Majalengka.
ADVERTISEMENT
Salah satu foto yang dirinya unggah adalah Wisata Terasering Panyaweuyan di Argapura, Majalengka. Tepatnya berada di lereng Gunung Ciremai.
Soal pemandangan tentu tak perlu diragukan lagi. Berbalut udara sejuk, bukit itu memiliki tinggi kontur yang beragam, mulai dari 400 mdpl hingga 2 ribu mdpl, dengan sudut kemiringan mencapai 25 hingga 40 derajat.
Wisata TeraseringPanyaweuyan, Majalengka. (Foto: Flickr/Saweuy Land)
Memiliki kontur lahan berundak maka membuat petani di daerah sekitar memanfaatkannya untuk pertanian dan perkebunan. Mulai dari menanam ubi jalar, bawang merah, bawang putih hingga padi.
Kabarnya para petani memang sengaja membuat lahan kerjanya menjadi berundak, dengan maksud agar tidak longsor. Namun, siapa sangka rupanya ide tersebut membuat bukit Panyaweuyan menjadi terkenal.
Wisata Terasering Panyaweuyan, Majalengka. (Foto: Flickr/tri ardianto setiawan)
Selain memiliki lanskap yang indah, terasering Panyaweuyan juga naik daun berkat seorang fotografer. Dikabarkan, ada seorang fotografer yang datang menghampiri para petani dan memotretnya.
ADVERTISEMENT
Kemudian, sang fotografer mengikuti lomba pameran foto dan memenangkannya. Sejak saat itu lah wisata argo ini ramai dikerubungi wisatawan lokal atau asing.
Wisata Terasering Panyaweuyan, Majalengka. (Foto: Flickr/hanin dito)
Nah, untuk menikmati pesona alam terasering Panyaweuyan Argapura sebaiknya datang di musim hujan. Sementara waktu terbaik untuk menikmatinya pada pagi hari pukul 05.00 WIB hingga 08.00 WIB. Dan untuk sore hari, sebaiknya datang di pukul 16.30 WIB.
Bagaimana menurutmu?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan