Pencarian populer

Tips Bersua Langsung dengan Sang Cenderawasih di Tambrauw, Papua Barat

Burung Cenderawasih di Hutan Nangguo, Sausapor, Tambrauw, Papua Barat. Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata

Setiap pagi dan sore, burung-burung Cenderawasih melantunkan nyanyian memenuhi langit Miyah dan Sausaport. Namun, untuk melihat sang burung surgawi dengan leluasa, perlu trik-trik khusus.

Penduduk lokal mengatakan Cenderawasih adalah burung yang sangat sensitif, sehingga bagi kamu yang ingin bersua langsung dan melihat sang burung surgawi menari, diperlukan tips khusus.

Berikut tips yang berhasil kumparan kumpulkan dari Niko Yohanes Naw, lelaki yang menjadi guide saat melakukan bird watching di Hutan Naggou, Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, belum lama ini.

1. Sembunyi di Balik Pohon

Lokasi bird watching di tengah hutan Nanggou, distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Burung Cenderawasih sangat peka terhadap penglihatan. Ia bisa melihat gerak-gerik manusia dari ketinggian titiknya terbang atau bertengger. Maka dari itu, agar tak terdeteksi oleh mata Cenderawasih, wisatawan sebaiknya bersembunyi di balik pepohonan.

2. Tidak Pakai Wewangian atau Lebih Baik Tidak Mandi

Wisatawan sedang mengintai burung Cenderawasih di lokasi bird watching di hutan Naggou, Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Cenderawasih adalah burung yang sangat sensitif terhadap penciuman. Maka, ia bisa menghirup aroma wewangian dari manusia. Bila wisatawan datang menggunakan parfum atau bau sabun, burung yang menjadi ikon Papua itu akan enggan menampakkan diri. Maka dari itu, lebih baik tidak mandi lebih dulu saat akan mengamati Cenderawasih.

3. Jaga Suara

Kesabaran menjadi salah satu faktor yang tak kalah penting saat mengikuti kegiatan bird watching. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Selain tidak disarankan mandi, saat mengamati Cenderawasih, wisatawan harus menjaga suara. Sebab, burung berjuluk Bird of Paradise ini sangat peka pendengarannya. Dalam radius ratusan meter, ia dapat mendengar suara manusia.

4. Persiapan Fisik dan Kesabaran

Jalur keluar sementara masih berupa tanah dan licin saat setelah turun hujan Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Menyaksikan Cenderawasih memang butuh perjuangan. Tak dapat langsung instan menyaksikannya seperti di kebun binatang. Di alam liar, wisatawan perlu masuk dan jalan kaki ke hutan yang masih rapat.

Medan yang tidak terduga dan batang serta akar pohon yang masih melintang bebas membuat wisatawan harus sangat berhati-hati. Belum lagi harus jeli mengamati duri rajam atau binatang yang mungkin saja dijumpai saat sedang menuju lokasi pengamatan. Maka dari itu, biasanya kondisi fisik dan stamina harus fit supaya tak ambruk di jalan.

Selain itu, kesabaran pun harus dipupuk lantaran perlu waktu lama untuk menunggu Cenderawasih muncul. Namun, semua perjuangan akan terbayar setelah menyaksikan burung berbulu warna-warni itu menyanyi nyaring dan menari-nari lincah.

5. Menggunakan Baju Berwarna Gelap

Niko Yohanes Naw, Guide untuk bird watching di hutan Naggou, Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan

Gunakan baju warna gelap agar tak terdeteksi Cenderawasih. Kaus cokelat, hijau tua, dan hitam akan membuat kamu bisa menyaru dengan alam sekitarnya.

6. Bangun Pagi Buta

Burung Cenderawasih di Hutan Nangguo, Sausapor, Tambrauw, Papua Barat. Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata

Seperti halnya mengejar sunrise, mengamati Cenderawasih juga harus dilakukan pagi-pagi buta. Sebab, biasanya, burung-burung itu akan bermain di hutan pada pukul 06.00-09.00 WIT. Setelah itu mereka akan pergi mencari makan dan kembali lagi sore atau malam.

*****

Informasi Tiket Masuk

Tiket: Rp 150.000/orang

Tour Guide: Rp. 150.000/orang

Informasi Akses

Jarak tempuh dari distrik Sausapor menuju lokasi pintu masuk (Hutan Nangguo, Sausapor, Papua) adalah 40 menit menggunakan mobil double cabin.

Jarak tempuh dari pintu masuk menuju lokasi pengamatan burung adalah 20 menit dengan berjalan kaki.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60