Perempuan Muslim di Prancis Protes Pelarangan Burkini

26 Juni 2019 10:19 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi memakai Burkini di kolam renang Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memakai Burkini di kolam renang Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Perempuan berhijab dulu mungkin berpikir dua kali untuk berenang di tempat umum. Pasalnya untuk berenang harus mengenakan baju renang yang menampakkan aurat. Lalu muncullah burkini, baju renang yang didesain khusus untuk perempuan berhijab. Burkini menjadi ‘jalan keluar’ dan menjadi pilihan perempuan berhijab seantero dunia.
ADVERTISEMENT
Tetapi di Prancis, burkini dianggap sebagai simbol islam radikal dan tidak sesuai dengan sekularisme. Sehingga Prancis melarang perempuan mengenakan burkini di kolam renang publik.
Peraturan itu membuat perempuan berhijab melakukan aksi protes. Pada hari Minggu (23/6), sekelompok perempuan mengunjungi kolam renang Jean Bron di kota Grenoble, dan berenang mengenakan burkini. Protes itu terinspirasi oleh aktivis hak-hal sipil Rosa Parks.
Protes itu disebut ‘Operasi burkini’ yang diluncurkan oleh anggota kelompok Citizen Alliance of Grenoble, pada bulan lalu sebagai cara memprotes apa yang mereka yakini hak mereka sebagai perempuan.
Dalam beberapa unggahan di media sosial, terlihat tujuh perempuan mengenakan burkini berendam di dalam kolam dengan pengunjung lainnya. Pengunjung kolam renang sempat memberikan sorak dan tepuk tangan atas keberanian mereka yang melanggar peraturan demi hak perempuan berhijab.
ADVERTISEMENT
Tujuh perempuan itu terlihat bahagia saat di kolam renang. Mereka bernyanyi dan berinteraksi dengan pengunjung di kolam renang itu. Sayangnya, mereka hanya berada satu jam di kolam renang. Setelah aksi protes itu mereka diinterogasi dan masing-masing dikenakan denda sebesar 35 euro atau setara Rp 500 ribu.
Berbicara kepada BBC, dua muslimah yang terlibat dalam aksi protes tersebut, Hassiba dan Latifa, menjelaskan mereka harus memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya.
"Kami hanya ingin bersenang-senang di kolam renang umum, seperti warga lainnya, untuk menemani anak-anak kami kapan pun mereka ingin berenang saat cuaca sangat panas di musim panas," ucap Hassiba.
Matthieu Chamussy anggota partai kanan-tengah Prancis The Republicans menanggapi protes tersebut melalui cuitan di akun Twitter miliknya. “Islam radikal bergerak maju selangkah demi selangkah dan menyebabkan perempuan mengalami kemunduran."
ADVERTISEMENT