5 Alasan Cewek Enggak Perlu Ragu Ambil Jurusan Kuliah Saintek

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mahasiswa baru. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mahasiswa baru. (Foto: Thinkstock)

Bila diperhatikan lebih dekat, jumlah mahasiswa cewek di jurusan kuliah rumpun saintek lebih sedikit ketimbang cowok. Enggak jarang, para mahasiswa cewek dianggap sebelah mata atau justru lebih diperhatikan penampilannya, daripada usahanya.

Padahal, jurusan kuliah di rumpun saintek terbuka bagi siapapun dan enggak mengenal gender, loh. Buat para cewek yang tertarik mengambil salah satu jurusan di rumpun ini, berikut lima alasan yang dikutip dari Her Campus, kenapa kamu enggak perlu ragu.

1. Jurusan kuliah di rumpun saintek enggak hanya untuk cowok

Ya, siapapun berhak mendapatkan akses pendidikan yang setara. Kamu pun bebas mengambil jurusan kuliah yang diminati, meski dianggap langka oleh orang lain. Sebab yang terpenting ialah kerja kerasmu agar bisa lulus kuliah dengan hasil terbaik, dan berkontribusi untuk masyarakat.

2. Perlu adanya representasi

Jumlah mahasiswa cewek yang bisa dihitung jari, bisa jadi karena kurangnya representasi sosok perempuan inspiratif di ranah Saintek. Namun sebenarnya, ada banyak ilmuwan dan peneliti perempuan yang bisa dijadikan contoh, loh. Bahkan, kamu juga bisa menjadi representasi perempuan hebat di bidang Saintek. Kenapa enggak?

3. Mengubah persepsi

Ilustrasi sains. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sains. (Foto: Thinkstock)

Dengan menjadi mahasiswa jurusan kuliah Sains, kamu juga bisa mengubah persepsi orang, yang biasanya meremehkan cewek. Tunjukkan bahwa terlepas dari apapun gendernya, semua orang bisa berhasil jika bekerja keras.

4. Peluang karier menjanjikan

Ilustrasi perempuan karier. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan karier. (Foto: Thinkstock)

Seiring perkembangan sains dan teknologi yang semakin canggih, fresh graduate di bidang ini juga kian dicari oleh perusahaan besar. Sebagai contoh profesi Data Scientist. Dilansir Glassdoor, LinkedIn menjadi perusahaan yang memberi gaji paling tinggi untuk seorang principal data scientist yaitu berkisar 228 ribu USD hingga 252 ribu USD atau setara Rp 3,3-3,6 miliar per tahun. Di Indonesia sendiri, untuk level entry, data scientist bisa mendapat bayaran Rp 5-9 juta per bulan. Tergantung pada perusahaan dan pengalaman.

5. Banyak peluang yang bisa kamu eksplor

Luasnya cakupan ranah saintek, membuktikan bahwa masih sangat banyak peluang yang bisa dieksplor. Hal ini juga berarti, ranah saintek membutuhkan lebih banyak orang untuk terus berinovasi.