5 Pilihan Karier untuk Lulusan Jurusan Kuliah Sastra Indonesia

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Salah satu jurusan kuliah di rumpun sastra yang enggak kalah menarik adalah Sastra Indonesia. Mungkin kamu berpikir, "Untuk apa ambil Sastra Indonesia? Kan, sehari-hari sudah bicara pakai bahasa Indonesia?"

Eits, jangan salah. Di jurusan Sastra Indonesia, kamu enggak cuma belajar tentang linguistiknya, tapi juga puisi, drama, novel, dan sastra itu sendiri. Nantinya kamu bisa memilih peminatan seperti filologi, sastra, dan linguistik.

Menjadi mahasiswa Sastra Indonesia akan menambah keahlian kamu dalam menulis dan membaca. Ini merupakan dua keahlian yang dibutuhkan di berbagai bidang karier. Nah, dari banyaknya pilihan karier untuk lulusan jurusan kuliah Sastra Indonesia, berikut kumparan rangkum lima di antaranya.

1. Penerjemah dan interpreter

Ilustrasi Aplikasi Penerjemah (Foto: Dok. Istimewa)

Sebagai penerjemah atau interpreter, kamu bisa bekerja untuk perusahaan asing atau pemerintahan untuk melancarkan komunikasi antara dua bahasa. Ini berarti kamu juga perlu menguasai bahasa asing lainnya. Kalau tertarik menekuni karier ini, kamu harus memperbanyak pengalaman magang dan menambah relasi, karena biasanya seorang interpreter dan penerjemah bekerja secara lepas atau freelance.

2. Novelis

Ilustrasi Novel Catch karya Joseph Heller (Foto: Wikimedia Commons)

Kalau kamu punya segudang ide liar, kenapa enggak tuangkan saja ke dalam sebuah buku? Apalagi kini semakin banyak novel yang diadaptasi menjadi serial televisi atau film layar lebar. Tapi, untuk menggeluti bidang ini, kamu perlu berdedikasi tinggi, disiplin, dan enggak mudah menyerah. Karena kamu sendiri yang menentukan alur pekerjaanmu, seperti menentukan alur cerita di sebuah novel.

3. Wartawan

Ilustrasi jurnalisme. (Foto: Pixabay)

Masih seputar karier di dunia penulisan, kamu juga berpeluang untuk bekerja menjadi wartawan. Sebagai wartawan, kamu enggak cuma dituntut jago menulis, tapi juga pintar bernegosiasi, bisa beradaptasi, dan militansi. Yap, karena enggak mudah, lho, mencari informasi dari narasumber. Apalagi di media online yang semuanya serba cepat.

4. Penulis Konten (content writer)

Ilustrasi kerja (Foto: Pixabay)

Kini kamu enggak perlu menjadi wartawan untuk bisa menulis artikel di media online. Kamu juga bisa menjadi seorang penulis konten. Yang membedakan penulis konten dengan wartawan adalah, seorang penulis konten bekerja di ranah pemasaran atau marketing. Sementara wartawan lebih bersifat redaksional.

5. Copywriter

Ilustrasi suasana kerja (Foto: Pexels/ Start Up Stock Photos)

Selain di bidang pemasaran, seorang lulusan jurusan kuliah Sastra Indonesia juga bisa, lho, bekerja di bidang periklanan. Salah satunya dengan menjadi seorang copywriter. Sebagai copywriter, kamu bertugas untuk membuat teks yang bersifat kreatif, seperti slogan, jingle, atau pendukung produk visual. Kamu perlu mampu memberikan ide-ide gila dengan tujuan untuk menjual sebuah produk atau jasa.