5 Tips Sederhana Mengatasi Kecanduan Game

Millennialverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Main Game Online 2 (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
com-Main Game Online 2 (Foto: Thinkstock)

Seiring dengan perkembangan gadget dan game, kecanduan game jadi salah satu permasalahan yang timbul di kalangan remaja. Soalnya, kecanduan game bagi remaja bisa mengganggu aktivitas, seperti aktivitas belajarnya di sekolah.

Kecanduan game turut menjadi sorotan para praktisi kesehatan, psikolog, hingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkannya sebagai penyakit. Oleh karenanya, kita perlu mengatasinya. Berikut kumparan rangkum lima tips untuk mengatasi kecanduan tersebut.

1. Ketahui dampaknya

com-main game bareng (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
com-main game bareng (Foto: Thinkstock)

Para remaja mungkin tak akan pernah peduli dirinya kecanduan game atau tidak jika ia tidak tahu soal dampaknya. Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo melihat bahwa seorang remaja perlu tahu dampak kecanduan game dari penelitian-penelitian terbaru.

Menurut Vera, remaja harus paham bahwa kecanduan game adalah masalah sehingga sang remaja tahu kalau masalah tersebut perlu diatasi.

2. Catat waktu bermain game-mu

Pilih waktu yang tepat untuk memberi bayi camilan atau MPASI (Foto: pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Pilih waktu yang tepat untuk memberi bayi camilan atau MPASI (Foto: pixabay)

John M Grohol sebagaimana dikutip dari PsychCentral mengatakan, “Semakin kamu mencatat waktu yang kamu habiskan untuk main game, maka semakin baik kamu akan bisa mengontrolnya.”

Di sini kamu perlu punya jurnal khusus catatan waktu bermain game. Jadi, tiap kali main game, catat kapan kamu mulai dan berhenti. Lihatlah tiap minggu catatan itu, lalu evaluasi apakah kamu bisa mengurangi waktumu dalam bermain game.

3. Cari aktivitas pengganti

Ilustrasi olahraga (Foto: dok.Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi olahraga (Foto: dok.Thinkstock)

Remaja perlu melakukan aktivitas lain yang lebih aman dan menyenangkan agar dapat mengalihkan perhatiannya dari bermain game terus-terusan. Jika dilakukan secara bertahap, maka remaja diharapkan bisa mengurangi aktivitas gaming-nya.

Vera menjelaskan, “Aktivitas pengganti penting untuk mengalihkan anak dari game. Jika tidak ada kegiatan, anak akan mudah kembali lagi (main game).”

4. Membatasi penggunaan gadget

com-Bermain Gadget (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
com-Bermain Gadget (Foto: Thinkstock)

Pembatasan gadget ini bisa dilakukan dengan komitmen sang remaja. John memberi tips untuk mengatur waktu tertentu setiap malam untuk berhenti main game dan jangan bermain lagi sampai keesokan malamnya.

Menurut Vera, pembatasan main gadget di sekolah juga diperlukan. Penggunaan gadget di sekolah seyogianya dibatasi untuk kegiatan belajar saja, bukan yang lain.

5. Datang ke psikolog

ilustrasi konsultasi dengan psikolog (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi konsultasi dengan psikolog (Foto: Thinkstock)

Kalau cara-cara di atas sudah dilakukan dan tidak ada kemajuan, jika diperlukan, Vera menyarankan sang remaja pecandu game bisa datang dan meminta bantuan profesional psikolog.