Benarkah Sikap Posesif dalam Sebuah Hubungan Merupakan Tanda Sayang?

Sebagian remaja mungkin masih bingung menyikapi sikap posesif pasangan dalam sebuah hubungan. Apakah hal tersebut termasuk tanda sayang? Atau bisa jadi pasangan sebenarnya enggak percaya dengan kamu selama ini?
Jika kamu salah satu orang yang beranggapan bahwa posesif merupakan tanda sayang, sebaiknya waspada dan tinggalkan pikiran tersebut. Sebab, posesif ternyata merupakan suatu hasrat untuk memiliki sepenuhnya, termasuk ke orang yang dicintainya.
Hal ini pun diamini oleh Psikolog Anak dan Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo. Menurutnya, sikap posesif merupakan sesuatu yang tak baik dan indikator dari hubungan tak sehat.
"Posesif bukan salah satu indikator dari hubungan yang sehat, tapi justru lebih merupakan dari perasaan internal di orang yang posesif ini. Perasaan-perasaan tersebut antara lain fear of trust/sulit percaya atau low self-esteem/konsep diri yang negatif, sehingga merasa tidak pantas dicitai, lalu mendorong munculnya rasa curiga serta cemburu terhadap pasangan," jelas Vera, ketika dihubungi kumparan melalui pesan elektronik beberapa waktu lalu.
Biasanya, sikap posesif ini ditandai dengan kamu harus memberikan password ponsel atau media sosial kepada pasangan untuk dicek. Meskipun terlihat mengekang, tetapi menurut Vera, setiap pasangan bisa melakukan praktik tersebut, selama mereka tidak keberatan.

“Sebenarnya sepanjang pasangan tidak merasa keberatan, ya bisa saja. Tapi seringkali lama-lama pasangan akan merasa tidak nyaman, karena merasa tidak dipercaya,” ujar Vera.
Lantas, bagaimana sebenarnya menyikapi hubungan agar tidak terjebak dalam sikap posesif yang negatif?
Vera menuturkan bahwa setiap pasangan harus jeli tentang harapan dari hubungan yang sedang kalian jalani. Jadi, tidak sekadar soal ungkapan cinta semata.
"(Harus) jelas dari awal apa yang diharapkan satu sama lain di dalam hubungan yang akan dijalani. Jadi, tidak cukup menyatakan cinta saja, tetapi ada hal-hal yang perlu dibicarakan, agar (dapat) menjalani hubungan dengan bahagia, tanpa ada paksaan atau siksaan," pungkas Vera.
Reporter: Agaton Kenshanahan
