Generasi Milenial Kurang Peduli terhadap Keamanan Siber

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Internet. (Foto: fancycrave1 via Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Internet. (Foto: fancycrave1 via Pixabay)

Dipungkiri atau tidak, gaya hidup milenial telah terdigitalisasi. Mereka terbiasa melakukan tiap hal dengan bantuan digital, mulai dari belanja online, memesan transportasi, atau memanfaatkan fintech.

Namun seiring dengan kemudahan yang ada, ancaman siber kian meningkat. Menurut para praktisi, hal ini masih belum sepenuhnya disadari oleh milenial sebagai pengguna aktif teknologi saat ini.

"Seiring meningkatnya transformasi digital, ancaman kejahatan siber juga meningkat dalam berbagai modus. Seperti ransomware, pencurian data, dan lainnya," terang Anthony Lim selaku Prinsipal Konsultan Asia Tenggara & Hong Kong Fortinet, dalam rilis yang diterima kumparan, Kamis (23/8).

Menurut Anthony, kesadaran akan keamanan siber di kalangan milenial sebenarnya sudah ada. Akan tetapi, action atau langkah nyata dari mereka masih perlu ditingkatkan.

Senada dengan Anthony, Faisal Yahya selaku pengamat siber independen menilai teknologi informasi perlu diimbangi dengan pemahaman tentang keamanan siber.

"Tak hanya dari vendor pengembang solusi keamanan siber, namun juga dari berbagai pihak. Pada akhirnya diharapkan kondisi ini dapat berpengaruh positif pada perkembangan bisnis, khususnya yang kian erat dengan dunia internet dan digital," jelas Faisal.

Di sisi lain Country Director Fortinet Indonesia Edwin Lim mengatakan, dirinya percaya milenial bisa memanfaatkan transformasi digital kini. Salah satu buktinya yaitu kemunculan banyak startup baru yang digiati oleh milenial.

"Kewaspadaan adanya ancaman keamanan siber perlu juga lebih dipertajam. Apalagi terkait hal penting dalam dunia usaha atau transaksi bisnis dan keuangan," kata dia.