Personel The Cure dan Iggy Pop Kenang Andy Anderson

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
The Cure (kiri) dan Iggy Pop (kanan) Foto: Wikimedia Commons dan Facebook
zoom-in-whitePerbesar
The Cure (kiri) dan Iggy Pop (kanan) Foto: Wikimedia Commons dan Facebook

Dunia hiburan tengah berduka. Mantan drummer The Cure, Andy Anderson, meninggal dunia di usia 68 tahun akibat kanker.

Sebelum meninggal dunia, Anderson sempat menceritakan kondisinya lewat Facebook. Ia menulis bahwa saat itu berada di stadium kanker terminal 4 yang telah menggerogoti tubuhnya.

"Aku enggak apa-apa, dan aku menyadari kondisiku," katanya.

facebook embed

Kabar meninggalnya Anderson sendiri dikonfirmasi oleh personel The Cure, Lol Tolhurst, yang menyampaikannya melalui Twitter. Tolhurst mengatakan Anderson meninggal dunia pada Selasa (26/2) pukul 18.00 waktu Inggris.

"Dengan berat hati aku harus menyampaikan meninggalnya saudara kami, Andy Anderson. Dia adalah laki-laki sejati, dan seorang musisi yang hebat. Kami bersyukur bisa mengenalnya," twit Tolhurst.

X post embed

NME melansir The Cure juga berbelasungkawa dan mengenang Anderson sebagai seorang drummer yang hebat. Mereka juga mengutip lagu 'So We'll Go No More A-Roving' dari Lord Byron.

Begitu pula Iggy Pop yang mengenang sosok Anderson sebagai "salah satu orang terbaik yang pernah kutemui".

facebook embed

X post embed

X post embed

Anderson pertama kali bekerja sama dengan Robert Smith dan kawan-kawan pada 1983. Ia bergabung dengan The Cure setelah Tolhurst pindah bermain keyboard. Selama di The Cure, Anderson berperan dalam pembuatan 'Japanese Whispers', 'Love Cats', dan 'The Caterpillar'. Ia juga muncul di album live 'Concert: The Cure Live' sebelum keluar pada 1984.

Setelah The Cure, Anderson bermain untuk beberapa musisi seperti Iggy Pop, Glen Mattlock dari The Sex Pistols, Edwin Collins, Peter Gabriel, dan Isaac Hayes. Ia juga berkarya sebagai musisi solo dengan nama panggung AAMuzik.