kumparan
20 Mei 2019 21:05 WIB

The Karnival Hadirkan Pestilence dan Powerslaves untuk Para Metalhead

Ilustrasi Penonton Konser Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Dalam beberapa tahun terakhir, ragam subgenre dalam kancah musik indie meluas. Mulai dari folk, rock hingga heavy metal kini telah menjadi bagian integral industri musik Indonesia.
ADVERTISEMENT
Hal ini bisa dilihat dari maraknya festival musik cadas di berbagai kota besar dan tumbuh suburnya band baru. Mulai dari event Bandung Berisik, Rock in Solo, Hellprint United Day, Hammersonic, Northblast, dan Rock in Celebes, semuanya memberikan bukti konkret bahwa scene musik yang kerap dikategorikan ‘underground’ ini telah berkembang pesat, besar, dan masif.
Dari semua event akbar tersebut, Hammersonic merupakan event berskala internasional yang terbesar di level Asia Tenggara. Namun, setelah turut membesut event tahunan tersebut, dua orang dari tim motor penggerak di balik layar Hammersonic, yakni Yani dan Tribowo lantas hengkang dan membentuk Holy Labels bersama tim barunya, sebuah promotor konser yang melahirkan event bernama The Karnival.
ADVERTISEMENT
The Karnival pun menambah deretan panjang pilihan event bagi pecinta rock dan heavy metal di Tanah Air. The Karnival adalah ‘touring music festival’ dengan konsep baru dan fresh, yaitu menciptakan nuansa karnaval ala subkultur rock dan heavy metal.
“Seperti halnya sirkus karnaval, festival musik berskala internasional ini akan berkeliling ke berbagai kota di Indonesia secara berkala. Misalnya pertama di kota A, kedua di kota B dan seterusnya. Siapa tahu bisa diselenggarakan di kota tempat tinggalmu” ungkap Yani dalam keterangan resmi yang diterima kumparan.
Dengan menampilkan multi subgenre rock dan heavy metal, mulai dari band death metal legendaris asal Belanda yang populer sejak era 90-an, Pestilence, hingga band hard rock legendaris asal Semarang yang populer sejak era 90-an, Powerslaves, The Karnival akan berusaha sebisa mungkin menampilkan menu yang variatif untuk menyelaraskan dengan nuansa karnaval yang berwarna-warni.
Flyer The Karnival. Foto: Dok. The Karnival
“Mulai dari hard rock, punk rock, stoner rock/metal, gothic rock/metal, industrial rock/metal, hardcore, metalcore, thrash metal, death metal, grindcore, black metal, doom metal, power metal, apa saja selama masih ranah rock/metal,” ujar Bowo.
ADVERTISEMENT
“Target penonton The Karnival adalah pecinta rock dan metal berusia 15 tahun dan seterusnya tanpa pandang gender dan kelas sosial. Di bawah usia tersebut harus ada pendamping yang sudah dewasa,” imbuhnya lagi.
Event perdana The Karnival akan diselenggarakan berdekatan dengan momentum libur Lebaran, pada Minggu (9/6) mendatang di kota Solo, Jawa Tengah. Solo dianggap sebagai ‘kickstart’ yang tepat karena merupakan episentrum komunitas rock dan heavy metal yang besar.
Lapangan Kota Barat di Jalan Dr. Muwardi, dipilih jadi venue diselenggarakannya The Karnival. Venue ini sudah cukup familiar bagi warga Solo karena sebelumnya pernah digunakan untuk event Rock In Solo, tahun 2013 silam.
Enggak cuma menampilkan band- band internasional dan lokal, The Karnival juga akan memanjakan pengunjung dengan menyediakan booth makanan-minuman dan area Metal Market yang akan menjual official merchandise.
ADVERTISEMENT
Tiket presale 2 sudah bisa kamu beli seharga Rp 150.000 (+ tax 25% + admin fee 5%) yang sudah dijual mulai 16 Mei sampai 8 Juni melalui website resmi The Karnival dan tersedia di Indomaret seluruh Indonesia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·