Mengapa Mencari Visa Korea Terkesan Ribet

Diplomat dan mahasiswa Program Doktoral Pengkajian Amerika Universitas Gadjah Mada (UGM).
Tulisan dari M. Aji Surya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seoul. Persiapan backpacker-an bisa jadi sudah lama dikantongi, namun tidak ada jaminan bisa melancong ke Korea Selatan. Banyak faktor yang menyebabkan orang asing dilarang memasuki suatu negara. Mau tahu?
Yang pasti, makin makmur dan maju suatu negara maka aturan imigrasinya semakin ketat. Tidak sembarangan orang lain masuk ke negerinya. Sama juga, tidak semua tamu boleh memasuki rumah kita. Kalau kira-kira membahayakan maka gerbang akan dikunci rapat-rapat.
Yang terpenting, lihatlah semua persyaratan yang dengan mudah diakses melalui internet. Jangan sekali-sekali ingin menerabas atau tidak memenuhi walau satu item persyaratan. Dalam konsep peraturan Korea, pejabat yang tidak mengindahkan SOP (termasuk urusan visa) bisa dianggap melakukan korupsi. So, lupakan katebelece.
Yang jarang diketahui publik bahwa setiap orang yang akan ke Korsel harus dipastikan bahwa dirinya tidak akan menjadi ilegal atau overstayer. Pemerintah Korsel tidak mau, ada tambahan orang asing yang menjadi bebannya. Prinsipnya adalah mencegah lebih baik daripada memunculkan masalah.
Maklumlah, tidak hanya satu dua orang asing yang masuk ke Korea Selatan dengan visa turis dengan niat menggelandang, mencari kerja sedapatnya. Kalau sudah begini urusannya bisa panjang. Kalau sakit pasti tidak punya asuransi. Kalau punya masalah akan merepotkan pemerintah dan kedutaannya. Di sisi lain, Pemerintah Indonesia juga tidak menghendaki warganya jadi overstayer di negara lain.

Untuk diketahui saja, pada tahun 2015, warga Indonesia yang menjadi overstayer di Korea Selatan konon mencapai tujuh ribuan. Di Akhir tahun lalu, jumlahnya turun sekitar 1500 orang. Jumlah overstayer Indonesia itu memang bukan nomor wahid, namun tetap menjadi perhatian khusus Pemerintah Korea.
Dengan demikian, bila ingin melancong ke negeri ginseng urus visa jauh hari, atau sebulan sebelumnya, sehingga kalau kurang syarat bisa dipenuhi. Mengurus visa kurang dari seminggu hanya membuat sang pemohon sport jantung. Tidak sedikit yang akhirnya harus mundur dan mundur lagi. Kalau diminta menyerahkan copy rekening, tidak usah tersinggung, itu menandakan bahwa Kedubes ingin tahu bonafiditas sang pemohon.
Satu lagi, jangan pernah masuk Korea dengan identitas yang berbeda dengan identitas sebelumnya. Gawat. Insya Allah akan terendus alias akan ketahuan. Imigrasi Korea memiliki sistem penyimpanan data diri yang sangat canggih. Bila pemalsuan dokumen dilakukan (disengaja atau tidak), maka siap-siaplah dideportasi walaupun visa sudah ada di tangan. Pulang melongo setelah menginjakkan kaki di bandara Incheon.
