Salat Jumat di Bawah Suhu Minus di Seoul

Diplomat dan mahasiswa Program Doktoral Pengkajian Amerika Universitas Gadjah Mada (UGM).
Tulisan dari M. Aji Surya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Persoalan sebagian muslim yang sedang melancong adalah mencari tempat shalat Jumat. Walaupun sebenarnya diberikan keringanan, namun terasa lebih mantab melakukannya sambil rekreasi spiritual. Di Seoul ada Masjid Jami' yang selalu melaksanakan shalat lima waktu termasuk shalat Jumat.
Warga muslim Korea Selatan memang tidak banyak, hanya 30 ribuan saja. Yang mayoritas justru tidak memeluk agama apapun. Namun, jangan terlalu khawatir, Pemerintah Korea Selatan cukup bersahabat terhadap berbagai pemeluk agama. Bahkan mereka memberikan keleluasaan untuk beribadah.
Yang sangat dilarang (Pemerintah Korsel) hanyalah radikalisme.
Ketika berada di Seoul, silakan datang ke Masjid Agung Seoul (Masjid Sentral) yang berada di distrik Itaewon. Inilah salah satu masjid terbesar yang ada di Korea dan mampu menampung kisaran 2000 jamaah.
Kalau Anda masuk ke dalamnya, tulisan Arab yang tertera di dalam masjid dibuat oleh seorang tenaga kerja Indonesia (TKI).

Itaewon berada di tengah kota Seoul. Jadi setiap orang juga akan bisa ditanya di mana lokasi Itaweon berada. Bisa naik bus ke arah sana, atau juga naik metro. Pelancong butuh jalan kaki sedikit menanjak melewati aneka restoran yang menggoda selera.
Bangunan megah dua lantai ini berada di puncak bukit. Sebuah lokasi ideal dengan tingkat kesejukan yang lebih terasa. Dari situ juga dapat dinikmati pemandangan kota Seoul.
So, silakan bercumbulah dengan Tuhan sambil menikmati alamnya.
Secara umum, shalat Jumat di sana seperti di Indonesia saja. Bedanya, khotbah disampaikan dalam tiga bahasa: Korea, Arab dan Inggris. Insya Allah jamaah mafhum apa yang dikhotbahkan. Jamaah yang terdiri dari banyak bangsa itu selalu meluber sampai pelataran.
Yang sedikit repot kalau agak telat datang bertepatan dengan musim dingin seperti sekarang. Dipastikan shalat di pelataran akan membuat jamaah sangat kedinginan di bawah suhu minus.
Pakailah pakaian yang relatif tebal. Anda akan menikmati sensasi bercumbu dengan Tuhan dibawah suhu minus dengan pemasangan yang indah. Wow!

Sebenarnya di Seoul ada beberapa masjid milik kumpulan warga Indonesia yang bermukim atau bekerja di sana. Namun kadang masjidnya tidak ramai jamaah karena para pengurusnya sedang bekerja. Masjid Indonesia hanya banyak dikunjungi jamaah pada malam hari selepas kerja atau di hari minggu saja.
