Konten dari Pengguna

Yuk, Nongkrong di Pinggir Banpo Bridge

M. Aji Surya
Diplomat dan mahasiswa Program Doktoral Pengkajian Amerika Universitas Gadjah Mada (UGM).
1 September 2017 18:21 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:15 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari M. Aji Surya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Suasana sore di Banpo Bridge (Foto: dok: Aji Surya)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana sore di Banpo Bridge (Foto: dok: Aji Surya)
ADVERTISEMENT
Jalan-jalan ke Seoul tidak afdol bila tidak jalan sore-sore ke Banpo Bridge. Inilah salah satu tempat nongkrong anak muda paling woke.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya Banpo Bridge bukanlah jembatan yang aneh. Terdiri dari dua tingkat dengan lalu lintas yang cukup padat. Yang istimewa, di kanan kirinya memang disiapkan taman untuk nongkrong dari sore hingga malam.
Let's talk yang sore dulu. Di musim panas, kala matahari sudah condong ke barat, kisaran jam 6 sore, suhu disini pada kisaran 27 derajat C. Angin sepoi-sepoi berhembus. Langit membiru dengan awan putih yang berarak. Tidak terasa panas atau dingin. seperti di surga kaleee.
Air sungai Han mengalir tanpa riak sama sekali. Angin yang berhembus hanya mampu membuat gerakan indah permukaan air seperti tarian Jawa nan lembut penuh folosofi.
Disini semua serba tenang kecuali teriakan anak-anak muda yang bahagian berlarian bersama teman-temannya.
ADVERTISEMENT
Dari kejauhan, terlihat Namsan Tower di puncak bukit. Ia menandai tempat tertinggi yang ada di ibukota Negeri Kimchi ini. Sementara lalu lalang kendaraan tidak mengusik siapapun yang sedang nongkrong di pinggiran Banpo Bridge. Polusi udara sepertinya juga terkontrol.
Namsan Tower terlihat dari jauh (Foto: dok: Aji Surya)
zoom-in-whitePerbesar
Namsan Tower terlihat dari jauh (Foto: dok: Aji Surya)
Persis di pinggir sungai dekat Banpo Bridge sore ini (1/9/17), terlihat ratusan anak muda sedang santai. Hampir semua membawa tikar dan ngobrol ngalor-ngidul. Tampak dari wajahnya tidak ada rasa kekhawatiran atas masa depan mereka. Suara tawanya yang lepas tidak memperlihatkan adanya ancaman perang dari perbatasan Korea Utara yang hanya berjarak 60 km. Luar biasa.
Uniknya, meskipun begitu banyak anak muda, tidak ada satu sampahpun terlihat. Kebersihan merupakan bagian dari hidup. Bahkan, beberapa anak muda tampak menjaga tempat sampah dan menerima berbagai plastik dan bungkus makanan.
Anak muda pasukan bersih-bersih (Foto: dok: Aji Surya)
zoom-in-whitePerbesar
Anak muda pasukan bersih-bersih (Foto: dok: Aji Surya)
ADVERTISEMENT
Di ujung Banpo Bridge, terdapat lapangan yang cukup luas. Disinilah puluhan food truck mangkal. Aneka makanan Korea dan manca negara dijual dengan harga "mahasiswa". Mulai dari harga 5000 won (Rp 55 ribu), hingga 10 ribuan Won.
Food truck yang menjual ceker ayam (Foto: dok: Aji Surya)
zoom-in-whitePerbesar
Food truck yang menjual ceker ayam (Foto: dok: Aji Surya)
Kali ini, penulis membeli paté thai yang aromanya maknyus dengan harga 6 ribu Won. Antrian paling mengular adalah steak dengan harga 10 ribu, yang menurut iklannya, diskon dari 30 ribu Won. Bener nih?
Pate Thai from Banpo (Foto: dok: Aji Surya)
zoom-in-whitePerbesar
Pate Thai from Banpo (Foto: dok: Aji Surya)
Selain itu, tenda-tenda unik dibangun untuk menjual aneka pernik buatan tangan-tangan anak muda. Dijual anting, kalung, cincin, tas dan lainnya. Pokoknya terlihat begitu seru.
Aneka pernak-pernik (Foto: dok: Aji Surya)
zoom-in-whitePerbesar
Aneka pernak-pernik (Foto: dok: Aji Surya)
Penulis yang sudah lebih satu setengah tahun di Seoul, merekomendasikan para pelancong Indonesia datang ke tempat ini, khususnya di musim panas. Aneka atraksi biasanya digelar setiap Jumat dan Sabtu hingga bulan September. Silakan coba. Cuss !
ADVERTISEMENT