MARGOSARI MEMBANGUN

"investigasi"
Tulisan dari MEDINAS News tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

doc MLNews.com 20/03/18.
pringsewu ML - Pembangunan desa dan daerah jelas menjadi prioritas utama pemerintahan baru. pembangunan yang awalnya hanya berkutat diibu kota, telaj dicoba untuk lebih diratakan ke seluruh Indonesia. Hal tersebut tak lepas dari fenomena ketimpangan pendapatan antar daerah yang stagnan 0,41 dalam kurun waktu 4 tahun terakhir.
Jika ditelusuri lebih lanjut, persoalan serius yang muncul adalah tingkat kesenjangan yang terjadi di dalam satu wilayah itu sendiri. Persoalan anggaran sering dianggap sebagai masalah utama, meskipun banyak pihak justru tidak mempermasalahkan.Namun demikian, pemerintah tetap tanggap dengan persoalan ini, dibuktikan dengan mulaidialokasikannya anggaran Dana Desa untuk tahun 2015-2017.
Pengalokasian Dana Desa tersebut merupakan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber Dari APBN.
Bapak SUSENO(43thn) penduduk asli pekon MARGOSARI kecamatan PAGELARAN-UTARA kabupaten PERINGSEWU-LAMPUNG, kepada awak Medinas investigasi minggu-18-03-18, dengan lambat laun tapi pasti,menceritakan segala yang terjadi sebulum kepemerintahan bpk SARIMAN(kakon margosari aktif saat ini) betul betul sangat memprihatinkan/menyedihkan, tetapi saat kepala pekon margosari di percayakan oleh masarakat kepada bpk SARIMAN kini semua nampak berubah terbalik,
salah satu contoh Jalan tanjakan tanah keras bercampur batu yang tak bernama itu, bagi masyarakat pekon margosati (pantura)adalah anugerah kehidupan. karna belum ada jalan yang dibuat dengan dana desa tersebut, warga harus melalui jalan licin dan berlumpur sambil memanggul hasil tani untuk mencapai jalan raya. Semua dilakukan demi mengantarnya kepada pembeli. Tapi kini semua terasa ringan. Akses jalan yang lebih baik membuat mereka lebih mudah mengantar hasil tani ke kekota Sektor pertanian dan perekonomian masyarakat desa tersebut pun meningkat. “Ini manfaat yang paling besar dan benar-benar sangat warga syukuri dari dana desa. Saya pribadi kadang terharu kalau membandingkan kondisi warga yang dulu dengan sekarang sebelum Seperti mimpi. Akhirnya ada akses jalan yang jadi andalan masyarakat untuk mempemudah penjualan hasil pertanian,” ujar Suseno..
Sebelum akses jalan baru tersebut dibuka, Suseno menceritakan, masyarakat harus berjalan kaki menuju jalan raya terdekat untuk mengantar hasil pertanian kepada pembelinya. Jika hujan, jalan di desanya dipenuhi lumpur dan licin. “Ironis, masyarakat kadang tidak sanggup mengangkut semua hasil produksinya. Jadi hanya sebisanya saja yang diangkut,” tuturnya. pekon MARGOSARI.. sebenarnya punya potensi pertanian yang tinggi. Desa ini memiliki struktur dan karakteristik tanah yang subur. Petani-petani desa ini biasanya menghasilkan merica, cengkeh, jagung dan masih banyak lagi. Sangat sayang jika akses jalan menghambat para petani untuk menjual hasil taninya ke kota. Wajar saja jika pekon MARGOSARI memprioritaskan dana desa untuk membuka akses jalan tersebut."Sekarang hasil pertanian bisa diangkut menggunakan motor atau mobil, lewat jalan yang sudah dibangun oleh pemerintah melalui pak SARIMAN dana desa itu bisa di rasakan manfaat nya oleh kami dan masarakat luas pada umum nya,

dalam kesempatan yang sama, SARIMAN(kakon/kades) MARGOSARI saat di jumpai di kediaman nya minggu 18-03.18/ memaparkan langkah program komitmen nya kedepan untuk melanjutkan program yang akan di rencanakan setelah DD 2018 di terima pemerintah pekon, program yang akan di rencanakan kedepan Untuk membangun kawasan pedesaan, Kemendesa juga telah mencanangkan beberapa program prioritas yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019. Program yang paling menjadi perhatian adalah pembangunan sarana infrastruktur dasar dan sarana. “Kita akan kembangkan sarana dan prasarana kawasan perdesaan. Ini menjadi perhatian pada pembangunan infrastruktur dasar dan penyediaan prasarana transportasi, komunikasi, pertanian, pendidikan dan kesehatan,” ujar nya..Pembangunan Daerah Tertinggal, Apabila infrastruktur sudah jadi, akan dikembangkan ke arah pembangunan ekonomi perdesaan. Permasalahan-permasalahan yang terjadi di desa, akan di upayakan diatasi dengan memfokuskan pada ruang lingkup kegiatan yang berkenaan peningkatan atau pengembangan usaha dan kemandirian ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan. tutup nya ()*

(Davit Cs)

