20 Tahun Jadi Konsultan Marine Surveyor, Ruly Nekat Resign dan Dirikan Usaha

BATAM - Keluar dari zona nyaman adalah salah satu cara seorang pebisnis untuk bergerak maju. Seperti halnya Ruly Abdillah Ginting yang nekat resign setelah 20 tahun bekerja sebagai Konsultan Marine Surveyor demi mendirikan usaha jasa marine survey miliknya sendiri yaitu PT Binaga Ocean Surveyor (BOS).
"Awal mula menjalankan bisnis jasa marine surveyor PT Binaga Ocean Surveyor (BOS) bermula tahun 2015 ketika saya resign dari perusahaan tempat saya bekerja. Saya beranikan diri memulai usaha jasa marine surveyor ini dengan berbekal pengalaman bekerja menjadi konsultan marine surveyor selama 20 tahun di perusahaan sejenis sebelumnya," terangnya, pada Senin (05/04/2021).
Ruly mengatakan, saat awal memulai usaha pasti susah, jatuh bangun, dan belum banyak klien.
"Akhirnya datang klien pertama dari Singapore yang menjadi perpanjangan tangan perusahaan Singapore di Indonesia. Alhamdulillah lambat laun mulai mendapatkan klien perusahaan shipping di Batam dan luar batam bahkan luar negeri," bebernya.
Pria 45 tahun ini sendiri memiliki usaha jenis ini karena sangat yakin dengan kemampuan dan pengalamannya selama 20 tahun di bidang jasa marine surveyor.
"PT Binaga Ocean Surveyor (BOS) adalah perusahaan jasa marine surveyor, sebagai pihak ketiga yang independen dalam pemeriksaan kapal, pengawasan bongkar muat di kapal, dan penentuan kuantitas dan kualitas muatan kapal di maritim industri," jelasnya.
Lebih lanjut, Ruly menceritakan pengalamannya merintis dan membangun usaha PT BOS yang tidak bisa dipisahkan dari kisahnya saat merantau ke pulau Batam sekitar tahun 1995, sesaat setelah tamat SMA waktu itu.
"Waktu itu saya mencoba peruntungan mengadu nasib ke Pulau Batam yang sedang bersinar. Menjadi daya tarik sendiri bagi para lulusan sekolahan untuk merantau ke Batam. Namun waktu itu, impian untuk langsung diterima bekerja di kawasan industri tidak langsung menjadi kenyataan karena sudah puluhan lembar berkas lamaran dikirimkan tak satupun diterima bekerja," bebernya.
Akhirnya, dia memutuskan bekerja apa saja yang penting halal. Bahkan, dia pernah jadi penjaga toko kelontong di tengah Kota Nagoya Batam.
"Saya juga pernah jadi loper koran keliling di kawasan Nagoya jodoh di Batam. Waktu itu ada setiap menghantarkan koran ke perusahaan langganan selalu saya cari info lowongan pekerjaan di situ. Akhirnya ada 1 perusahaan yang mau menerima saya bekerja walaupun awalnya hanya diterima sebagai office boy (OB) di kantor tersebut tapi saya senang sekali," kenangnya.
"Lalu berkat kerja keras dan pertolongan Allah SWT, saya terus belajar meningkatkan diri di perusahaan tersebut sampai berkarir selama 20 tahun dengan berbagai posisi sejak dari office boy, bagian administrasi, bagian umum dan keuangan, bagian operasional marine surveyor, sampai pernah pula menjabat jadi kepala keuangan di perusahaan tersebut," imbuhnya.
Setelah 20 tahun berkarir, Ruly memberanikan diri resign untuk membuat perusahaan jasa marine surveyor PT BOS.
"Alhamdulillah sudah berkembang pesat selama 5 tahun terakhir ini dengan jumlah klien yang terus bertambah dari perusahaan-perusahaan pemilik kapal, agen pelayaran, asuransi pelayaran, pemilik muatan kapal, perusahaan logistik oil dan gas, dan banyak lagi lainnya," tuturnya.
Selain itu, pria yang bergabung dengan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) semenjak tahun 2015/2016 ini mengatakan, banyak manfaat yang dia terima sejak bergabung dalam TDA, terutama terkait mentoring bisnis.
"Bahkan berkat mentoring bisnis dari TDA tersebut, PT Binaga Ocean Surveyor (BOS) pernah meraih penghargaan di bidang maritim pada saat ajang Festival Maritime Entrepreneurship oleh Bank Indonesia pada tahun 2016," pungkasnya.
