Abdul Hakim, Pemuda 24 Tahun Pemilik Bisnis Kuliner Macroni

SANGATA - Usia bukan tolak ukur sebuah kesuksesan. Seperti yang terjadi pada Abdul Hakim. Pemuda 24 tahun ini sukses menjadi pengusaha kuliner dengan brand Macroni setelah beberapa kali bergonta ganti jenis usaha.
"Awal mulai jalankan bisnis tahun 2013, tapi selalu ganti-ganti bisnis dari mulai baju, sepatu, herbal beras, buah segar, sampai di 2017 memulai bisnis olahan durian Juragan Duren Sangatta sampai sekarang ada produk turunannya Segelas Duren," terangnya.
Namun, semua usaha tersebut tidak bertahan lama lantaran adanya keterbatasan bahan baku. "Kalau durian ada keterbatasan bahan baku yang diambil dari luar pulau dan bergantung musim, jadi harganya sangat fluktuatif," bebernya.
Dia mengaku, cukup berat menjalankan bisnis kuliner di Sangata. Hingga pada tahun 2020, dia melakukan riset untuk produk cemilan atau makanan ringan makaroni.
"Tahun 2020 riset, semua bahan bakunya ada di sekitar Kutai Timur sehingga mudah didapat dan produk olahannya punya daya tahan yang lebih kuat, jadi memudahkan untuk bisa di kirim keluar kota," ujarnya.
Selama ini, dia melakukan promosi melalui instagram dengan akun @macroni_id. Sehingga memudahkan pelanggan untuk memilih varian tanpa harus mengunjungi outlate.
Dia menyebutkan, banyak pengalaman yang didapat selama menjalankan bisnis, yaitu memiliki banyak reseller namun penghasilan yang diperoleh sedikit. Bahkan, dia tidak pernah menerima gaji dari bisnis yang dijalani.
"Pengalaman yang inget banget itu pernah punya reseller banyak tapi untung semakin dikit, bahkan gak pernah gajian dari bisnis sendiri, yang ada gaji di perusahaan masuk ke bisnis terus. Sampai profit bersih saat bikin laporan laba rugi cuma Rp 168 ribu," terangnya.
Tidak menyerah, dia berusaha mengembangkan bisnis dan mencari komunitas hingga kemudian bergabung di komunitas Tangan Di Atas (TDA) pada tahun 2018. Disana, dia menemukan banyak mentor.
"Bertemu dengan temen-teman yang satu frekuensi, di kota Sangata bahkan Indonesia, banyak belajar bagaimana bisnis, karena di TDA ilmu teori dan pengalaman dari ahli banyak dibagikan secara gratis dan sekarang punya relasi hampir di seluruh indonesia," ungkapnya.
Rencana ke depan, Hakim akan melakukan penambahan outlet dan reseller di 4 kota besar di Kalimantan Timur pada tahun 2021.
Bagi pebisnis pemula, Hakim tak segan berbagi tips bisnis, yakni mulai, lakukan, evaluasi, dan berkumpul dengan komunitas.
"Kalau mau bisnis coba aja dulu. Perbanyak bergaul dengan orang-orang yang berkecimpung di bisnis. Salah satunya komunitas TDA, untuk menjaga semangat dan atmosfer wirausahanya, karena bisnis yang bagus adalah bisnis yang dijalankan, bukan yang ditanyakan aja," pesannya.
"Habiskan jatah gagalmu sedini dan secepat mungkin. Jadi jangan takut untuk memulai," pungkasnya.
