Aipda Firman: Polisi Inspiratif Kediri, Mentor UMKM Naik Kelas
·waktu baca 4 menit

Kediri - Aipda Firman Wahyu Tama, sosok polisi yang tidak bisa dibilang biasa saja. Dia adalah sesosok abdi negara yang inspiratif. Lewat tangannya, banyak pelaku UMKM bisa meraup sukses. Bahkan, banyak pengamen dan anak jalanan di Kediri dan sekitarnya bertransformasi menjadi pengusaha.
Di sela kesibukannya sebagai Anggota Polres Kediri Kota, Firman selalu menyempatkan waktu untuk berbagi pengalaman seputar dunia usaha. Dia menjadi mentor dari para pelaku UMKM hingga pengamen maupun anak jalanan.
Lebih dari 5 tahun belakangan, polisi yang akrab dengan sapaan “Ndan Firman” ini mengisi kelas-kelas pelatihan kewirausahaan. Dia sering keluar masuk sekolah untuk berbagi ilmu dan memotivasi para pelajar untuk berani terjun ke dunia wirausaha. Tak hanya itu, Firman juga banyak membantu pelaku UMKM untuk bisa naik kelas.
“Senang rasanya bisa berbagi ilmu kepada sesama. Saya berikan apa yang saya miliki, baik dari pengalaman pribadi maupun ilmu yang saya dapatkan dari Komunitas Tangan Di Atas (TDA),” tutur Firman saat berbincang dengan awak media di rumahnya, Perumahan Bukit Permai Mojoroto, beberapa waktu lalu.
Menjadi mentor bisnis bukan digeluti Firman secara tiba-tiba. Dia juga mengalami proses panjang. Bersama sang istri, Candra Puput Hapsari, Firman menjalani jatuh bangun menjadi pengusaha.
Firman dan Candra pernah mengadu nasib menjadi penjual batu granit. Lewat usaha inilah, pasutri ini akhirnya bertemu dengan Komunitas TDA. Mulanya, dia hanya ingin punya banyak teman untuk berbagi dan bertukar pikiran seputar dunia usaha, hingga akhirnya dinobatkan sebagai seorang mentor.
TDA adalah komunitas beranggotakan wirausahawan muda dan orang-orang yang berminat pada dunia wirausaha. Komunitas ini memiliki puluhan ribu orang member yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, TDA hadir di 7 negara dan telah memiliki basis di 143 kota/kabupaten.
“Dulu saya dan istri itu mengawali usaha ngawur. Granit wae lah. Padahal semua itu ada ilmunya. Di TDA ada materi-materi yang bisa dipelajari oleh pengusaha atau bahkan calon pengusaha. Salah satunya mindset dan ide serta model bisnis,” kata Firman yang mengaku mulai bergabung TDA sejak 2016 silam.
Firman dan istri mengaku banyak belajar tentang ilmu-ilmu bisnis dari TDA yang ia aplikasikan pada usaha mereka. Kini, bapak dua anak tersebut ikhlas untuk transfer knowledge (menyalurkan pengetahuannya) kepada orang lain.
“Model pendampingannya itu kita ngobrol dan sharing masalah usaha yang dihadapi. Kemudian diberikan saran-saran dan Pekerjaan Rumah (PR). Nanti akan dilihat hasilnya. Bagaimana progres ke depannya,” beber polisi yang pernah berdinas di Lampung ini.
Buka Lapangan Usaha Bagi Pengamen
Tidak hanya memberikan pelatihan kewirausahaan kepada pelajar dan pelaku UMKM, Firman juga memberdayakan anak-anak jalanan dan pengaman. Pria asal ‘Kota Keripik Tempe’ Trenggalek tersebut mengajari mereka berwirausaha sekaligus memberi fasilitas tempat usaha.
“Ada beberapa pengamen yang kini jualan. Saya latih dan tempat usaha. Saya berikan rombong es teh, rombong jajanan dari pisang dan bermacam-macam,” ucap Firman.
Pria yang hobi adventure ke gunung ini berkeyakinan dengan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain bisa mendatangkan berkah untuk keluarganya. Selain itu juga tindakan konkret dalam memberantas kemiskinan.
Selain sebagai seorang muslim yang taat beribadah dan sangat meyakini terhadap janji Allah SWT untuk membalas hambanya yang bermanfaat bagi sesama, sikap Firman ini juga bagian dari kilas balik kehidupannya yang lampau. Sewaktu masih berdinas di Lampung, Firman pernah mengalami kondisi terpuruk.
“Saya percaya kalau rezeki itu Allah yang atur dan tidak akan pernah tertukar. Justru kalau orang yang kita mentori berhasil, kita mendapatkan berkahnya terus menerus,” tutur Firman.
Fasilitasi Pengajian Gus Kevin Ponpes Al Falah
Aipda Firman Wahyu Tama mengaku, pencapaiannya kini sudah lebih dari cukup. Melihat anak-anaknya bisa berkembang dengan baik. Keluarganya bahagia, baginya adalah anugerah yang terbesar dari Allah SWT dan pekerjaan menurutnya hanya bagian kecil dari anugerah tersebut.
Selain mengabdikan dirinya untuk masyarakat melalui kepolisian dan menularkan ilmu kewirausahaan, kini Firman juga berjuang dalam siar agama Islam. Dia memfasilitasi majelis pengajian yang diasuh oleh Gus Kevin Al Ishaqi dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri.
Majelis pengajian umum bertajuk ‘Jaringan Ngaji Keluarga’ atau Ruang Jangkar tersebut bertempat di rumah Ipda Firman Wahyu Tama setiap Senin malam. Ngaji bareng Gus Kevin tersebut mengusung tema ‘Bincang Santai Ilmu Agama, Bisnis, Sosial’.
“Sekarang ini bagi saya bagaimana meningkatkan spiritual. Setiap Senin ada agenda ngaji di sini. Saya sudah bersyukur sekali. Secara spiritual setiap seminggu sekali dicharge. Benar-benar bisa masuk ke tubuh saya,” terangnya.
Setiap pengajian, tak kurang dari 40 jamaah yang ikut. Jemaah berasal dari warga sekitar hingga Karesidenan Kediri. Bahkan, keluarga dan tetangga Firman yang tinggal di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek pernah ikut ngaji.
