Ajak ASN Pra Pensiun Berbisnis, TDA Sangatta Berbagi di Agenda BSI & Disdikbud

Konten Media Partner
15 September 2023 12:54 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ajak ASN Pra Pensiun Berbisnis, TDA Sangatta Berbagi di Agenda BSI & Disdikbud
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sangatta - Kolaborasi antara Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Sangatta, Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Sangatta dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur menjadi agenda pertama TDA Sangatta.
ADVERTISEMENT
Gelaran itu berlangsung usai pelantikan kepengurusan 8.0, dengan tajuk acara 'Sosialisasi Pra Pensiun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur'. Acara bertempat di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Rabu (13/09/2023).
Acara ini diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur yang akan memasuki masa pensiun, dan membutuhkan pengetahuan mengenai akses pendanaan serta ide bisnis.
Acara yang dihadiri sekitar 200 ASN pra pensiun dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono dan dilanjutkan dengan sosialisasi program pendanaan pra pensiun oleh Kepala Cabang BSI Sangatta, Firdaus.
“Selain akses pendanaan yang perlu dipersiapkan saat masa pra pensiun adalah mental dan ide bisnis,” ungkap Firdaus dalam pemaparan sosialisasinya.
Yasmina Ana Amoe.dok/TDA
Sesi selanjutnya TDA Sangatta hadir dalam sharing session yang diwakili Yasmina Ana Amoe, pemilik Jasmine’s Cake serta Ketua Divisi TDA Perempuan Sangatta.
ADVERTISEMENT
Yasmina Ana Amoe yang akrab disapa Bunda Yasmin juga merupakan istri dari karyawan swasta yang sejak tahun 2017 sudah memasuki masa pensiun. Sehingga pengalaman dan ilmu yang dibagikan berkaitan langsung dengan rencana bisnis pra pensiun.
“Bisnis atau usaha sebenarnya bukan hanya bisa dimulai saat masuk masa pensiun, tapi juga sebelum masa pensiun sehingga kita bisa mulai terbiasa” ujar Bunda Yasmin.
Bunda Yasmin juga mengungkapkan bahwa semestinya kita tetap berpenghasilan dan produktif meskipun sudah dalam masa purnabakti.
Uniknya, Bunda Yasmin sudah aktif berkomunitas di TDA Sangatta satu tahun sebelum memasuki masa pensiun. Hal ini membuat Bunda Yasmin belajar bersama dengan pelaku bisnis lainnya serta para mentor TDA sehingga saat masa pensiun tiba usaha yang digeluti sudah memiliki pasar yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
Pengalaman Bunda Yasmin diharapkan menjadi inspirasi bagi ASN yang akan memasuki masa pensiun untuk tetap produktif dan berkarya. (Nila)