Berawal dari Membantu Orang Tua, Kini Mahmud Tekuni Dunia Mebel

KENDARI - Pengalaman adalah salah satu kunci menjalankan bisnis, seperti yang dilakukan Mahmud saat menjalankan bisnis meubel miliknya sendiri yaitu Toko Hilmy Meubel.
"Pada tahun 2007 mulai merintis bisnis sendiri, karena sejak sekolah membantu orang tua yang berbisnis mebel di tempat yang berbeda," terangnya, pada Kamis (18/03/2021).
Selain itu, dia melihat peluang pasar yang besar, dimana toko mebel belum banyak. Oleh karena itu, dia mulai membuat target yang tinggi agar segera meraih kesuksesan.
"Memulai bisnis dengan target omset ratusan juta per bulan dan penghasilan Rp 30 juta per bulan adalah cita-cita besar dan alhamdulillah target tercapai di beberapa tahun sejak toko dibuka," bebernya.
Mahmud memiliki prinsip untuk selalu memenuhi kebutuhan konsumen dan Allah yang akan memenuhi kebutuhannya.
Lalu, tahun 2009, Mahmud mulai membuka bisnis baru di bidang property yaitu developer ruko. Bisnis tersebut berkembang pesat hingga tahun 2013.
"Tahun 2014-2019 adalah tahun yang cukup berat dalam bisnis, dimana bisnis mebel berjalan lambat karena market share yang turun drastis karena banyaknya toko sejenis yang muncul," kenangnya.
Bisnis property juga terpuruk, faktor utamanya pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara yang turun drastis pasca pelarangan ekspor langsung nikel," bebernya.
Tahun 2020 dengan pandemi COVID-19, benar-benar menjadi titik balik Mahmud untuk kembali melakukan langkah-langkah yang tepat untuk melanjutkan usaha dan pengembangan bisnis.
"Sekali lagi dengan melihat kebutuhan pasar, akan merencanakan bisnis baru di dunia properti yaitu rumah kos dan juga investasi di peternakan ayam dan kambing," ungkapnya.
Lebih lanjut, pria 44 tahun ini juga mengatakan, bergabung dengan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) memberikan manfaat di tengah keterpurukan tersebut. "Sejak tahun 2019 saya gabung TDA dan banyak manfaat yang dirasakan mulai dari banyak teman untuk sharing ilmu," ujarnya.
Terakhir, Mahmud menyampaikan beberapa tips kepada para pengusaha pemula yang ingin memulai bisnisnya.
"Dalam Al-Qur'an surah Asy-Syarh : 7 yang artinya maka apabila engkau telah selesai (dalam satu urusan) tetaplah bekerja keras (untuk urusan yg lain)," katanya.
"Dan gunakan 30 persen penghasilan bersih untuk dinikmati bersama keluarga, yang lain gunakan untuk investasi untuk dunia dan juga akhirat," pungkasnya.
