Konten Media Partner

Berdakwah Lewat Komik, Agung Hartadi Dirikan El-hubb Studios

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Agung Hartadi. Foto: dok
zoom-in-whitePerbesar
Agung Hartadi. Foto: dok

TULUNGAGUNG - Orang bilang, berdakwah bisa menggunakan media apa saja dan dimana saja. Mungkin itulah yang ingin dilakukan Agung Hartadi saat mendirikan usaha penerbitan komik Islami bernama El-hubb Studios.

Agung bercerita, awal mula terpikir membuat usaha penerbitan buku komik berkonten Islami saat dia bertemu kawannya pada 2017.

"Awal mula saya bertemu dengan Ardian Syaf pada tahun 2017. Dia memiliki talent dibidang pembuatan komik karena sudah 15 tahun bekerja sebagai penciler komik di negeri paman sam termasuk Marvel dan DC Comics," ungkapnya, pada Selasa (23/02/2021).

Komik Islami dari El-hubb Studios. Foto: dok

Dirasa klop, keduanya langsung terpikirkan membuat studio komik dengan tujuan berdakwah.

"Dipadu dengan kemampuan saya dalam management bisnis dan pembuatan naskah, akhirnya kami membuat usaha bersama. Selain relevan dengan kemampuan kita dan peluangnya bagus, kami juga berniat dakwah dengan karya-karya kami," tuturnya.

Tentu usaha yang dimulai dari awal tidaklah mudah, apalagi Agung dan Ardian memulai bisnis dengan modal minim. "Penuh lika-liku, karena usaha ini dimulai dengan modal minim. Komik pertama kami terbit setalah 3 tahun. Alhamdulilah dalam tahun ini insyaAllah komik kami terbit setiap 2 bulan," ujarnya.

Kini, El-hubb Studios memiliki keinginan untuk konsisten sebulan sekali dalam merilis komik dan memperluas distribusi komik sampai ke luar negeri.

Selain itu, juga ada keinginan untuk terus konsisten merilis soundtrack setiap perilisan buku komik, serta keinginan untuk membuat konten-konten inspiratif di YouTube.

"Sekarang kami ingin konsisten mengeluarkan soundtrack musik setiap peluncuran komik dan ingin membuat film-film pendek yang inspiratif di chanel YouTube El-hubb Studios," harapnya.

Pria yang bergabung dengan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) sejak 2017 ini, mengaku TDA memiliki manfaat signifikan untuk bisnisnya.

"Saya gabung TDA sekitar 4 tahun yang lalu, waktu itu saya gabung di TDA Kediri karena di Tulungagung waktu itu belum ada," kenangnya.

"Manfaat yang saya dapat itu sangat banyak, diantaranya mendapatkan teman yang sefibrasi. Karena kalau di tempat umum itu mendapatkan teman sefibrasi itu lumayan susah. Karena kita ngomongin bisnis tapi yang lain tidak nyambung," lanjutnya.

Pria 31 tahun ini mengatakan, memiliki teman sefibrasi membuat dirinya nyaman untuk sharing dan berbagai ilmu. "Dengan teman sefibrasi itu kita bisa sharing, menambah ilmu, silaturahmi, dan menambah wawasan. Di TDA juga ada materi-materi untuk mengembangkan bisnis dan materi-materi untuk support sistem di bisnis kita," ungkapnya.

Terakhir, Agung juga mengingatkan para pebisnis pemula, untuk memulai bisnis dengan apa yang mereka miliki. Menurutnya, yang terpenting adalah konsistensi.

"Jika menemui hambatan cari penyebabnya apa sampai ketemu jawabannya, kemudian lain kali hindari kesalahan serupa. Bertemulah dengan orang banyak, karena ilmu, mitra baru, bahkan pendanaan akan mudah didapat dengan itu," ucapnya.

"Banyak orang sukses menjalankan bisnis walaupun sebenarnya mereka tidak passion dengan bidangnya, namun bisnis sesuai passion akan lebih menyenangkan. InsyaAllah sukses!," ujarnya.