Konten Media Partner

Bukan Ahli Masak, Muh Arifin Pilih Bisnis Kuliner Hingga Punya Belasan Cabang

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Muh Arifin owner Master Penyet.(dok/pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Muh Arifin owner Master Penyet.(dok/pribadi)

BEKASI - Muh Arifin owner Master Penyet yang telah menekuni bisnis di bidang kuliner selama kurang lebih 10 tahun, saat ini tengah memiliki belasan cabang outlate yang berada di daerah Bekasi.

Arifin sapaan akrabnya menceritakan bahwa master penyet merupakan bisnis ketiga yang dimulai sejak tahun 2012. Ide tersebut muncul ketika dia tengah bekerja menjadi karyawan di salah satu perusahaan.

"Jadi, mulai tahun 2012 saat masih menjadi karyawan, setiap makan siang warung penyetan selalu rame. Akhirnya muncul ide kepengen punya rumah makan penyetan yang bisa melayani dari makan siang sampe makan malam," terangnya.

Tak hanya itu, Arifin juga menyebutkan bahwa dirinya tidak memiliki keahlian dalam memasak. Oleh sebab itu, membuka resto warung penyet merupakan pilihan.

"Karena saya tidak punya keahlian memasak maupun di bisnis kuliner untuk awal kerjasama resep dengan orang lain. Sementara kita fokus di membangun sistem dan manajemen pengelolaan usaha, alhamdulillah bertahan sampai sekarang dengan belasan cabang," tuturnya.

Dia menambahkan bahwa bisnis rumah makan memiliki jangka panjang, karena setiap orang butuh makan. Selanjutnya, memiliki market yang jelas sebab penyetan banyak digandrungi oleh semua kalangan.

"Selain market yang jelas dan memiliki bisnis jangka panjang bisnis ini padat karya yang artinya banyak melibatkan orang sehingga banyak yang mendoakan," ujarnya.

Selama menjalani bisnis kuliner, Arifin mengatakan banyak pengalaman yang telah diperoleh baik suka maupun duka.

"Pengalaman suka ada outlet yang respon pelanggannya luar biasa sehingga rame dan cepat balik modal, dapat liputan media cetak maupun TV, dapat penghargaan karena penjualan online luar biasa," katanya.

Ternyata bisnis yang dijalani hingga memiliki belasan cabang tidak mulus begitu saja, Arifin pernah ditipu oleh karyawan dan partner hingga tutup outlet.

"Kalau pengalaman ada duka dan suka nya, bisnis nggak mungkin berjalan mulus begitu saja, pasti ada kendalanya. Kalau saya pernah ditipu, pernah tutup outlet karena tidak ada profit,"ujarnya.Saat ini, untuk mengembangkan bisnis, Arifin akan fokus pada inovasi produk dan layanan untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang dinamis.

"Pengembangan outlet dengan konsep cloud kitchen untuk lebih mempercepat ekspansi dengan opex yang lebih rendah," bebernya.

Arifin membagikan tips bisnis bagi para pembaca diantaranya 101% yakin mau jadi pengusaha, Ilmu ilmu dan ilmu, cari mentor bisnis, cari komunitas pengusaha, action action dan action dan libatkan Allah.

Sementara itu, dia mengatakan kenal dengan TDA ketika menjadi karyawan di salah satu perusahaan otomotif tahun 2012 tetapi mulai ikut kegiatan tahun 2013. Banyak manfaat yang diperoleh diantaranya belajar ilmu bisnis, menambah networking yang lebih luas, mendapatkan mentor bisnis dan kolaborasi bisnis.

"Jadi belajar ilmu bisnis baik dari sekedar ikut kopdar, seminar, workshop, maupun Kelompok Mentoring Bisnis (KMB), kenal TDA waktu masih jadi karyawan tetapi sudah merintis usaha. Selain itu, alasan bergabung di TDA karena ada problem diusaha carilah di internet komunitas pengusaha, ketemu TDA, masuk komunitas kalau mau dapat manfaat banyak harus proaktif, jemput bola dan apalagi kalau mau jadi pengurus," pungkasnya.