Konten Media Partner

Daeng DJ Salah Satu Putra Terbaik Wajo Pulang Kampung Jadi Pembicara di PWW 2026

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Daeng DJ Salah Satu Putra Terbaik Wajo Pulang Kampung Jadi Pembicara di PWW 2026
zoom-in-whitePerbesar

Wajo — Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti kehadiran Suryadi Laoddang Daeng DJ, konsultan sekaligus mentor digital marketing nasional yang dikenal sebagai “Dosen Jualan”, saat tampil sebagai pembicara di Pesta Wirausaha Wajo (PWW) 2026 Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA).

Putra daerah asal Sengkang ini pulang ke kampung halaman untuk berbagi ilmu dan pengalaman, tanpa meminta imbalan apa pun.

Kehadiran Daeng DJ tidak hanya menjadi magnet tersendiri bagi peserta, tetapi juga menghadirkan nuansa emosional yang kuat. Ia kembali ke tanah kelahirannya bukan sekadar sebagai pembicara nasional, tetapi sebagai anak daerah yang membawa semangat berbagi dan pengabdian.

Dalam sambutannya, Suryadi Laoddang membuka dengan ungkapan syukur khas Bugis yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan peserta.

“Tempat saya lahir dan dibesarkan… Sukkuru Maraja, terima kasih teman-teman TDA Wajo. Sukkuru Maraja Pesta Wirausahawan,” ucapnya.

Jejak Perjalanan Anak Sengkang

Suryadi Laoddang menceritakan perjalanan hidupnya sebagai anak Sengkang yang tumbuh dan besar di Wajo. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah seluruhnya di Sengkang, sebelum akhirnya merantau ke Yogyakarta dan menetap hampir tiga dekade.

“Saya SD di SD 1 Sengkang, SMP di SMP 1 Sengkang, SMK di SMK 1 Sengkang. Tamat tahun 1997, lalu saya ke Jogja. Alhamdulillah, jodoh dan rezeki saya juga di Jogja,” tuturnya.

Perjalanan panjang tersebut membentuk karier dan identitasnya sebagai konsultan serta mentor digital marketing nasional, tanpa pernah melepaskan akar asal-usulnya.

Identitas Bugis yang Tetap Melekat

Meski telah lama merantau, Suryadi menegaskan bahwa identitas Bugis dan Wajo tetap melekat kuat dalam dirinya.

“Nama ‘Laoddang’ itu saya pakai ketika tampil di panggung nasional. Itu identitas. Itu kebanggaan. Saya ingin orang tahu, saya ini orang Bugis, orang Sengkang,” tegasnya.

Pernyataan ini menjadi simbol kuat tentang pentingnya menjaga jati diri, meski telah berada di ruang nasional dan dikenal luas sebagai figur publik di bidang digital marketing.

Pulang Tanpa Honor, Pulang dengan Kebanggaan

Salah satu momen yang paling menyentuh perhatian peserta adalah ketika Suryadi Laoddang mengungkapkan keputusannya hadir tanpa meminta honor sebagai pembicara.

“Panitia sempat tanya, ‘Kanda ini pembicara nasional, berapa honornya?’ Saya bilang, tidak usah bayar saya. Dipanggil pulang ke kampung halaman saja itu sudah kebanggaan yang luar biasa,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi seorang perantau selain diberi ruang untuk kembali dan memberi manfaat bagi daerah asal.

“Tidak ada kebanggaan yang lebih besar selain pulang untuk berbagi sesuatu buat orang-orang di kampung halaman,” tambahnya.

Suryadi Laoddang juga menyampaikan apresiasi kepada TDA Wajo yang telah memfasilitasi ruang berbagi bagi putra-putri daerah.

“Terima kasih teman-teman TDA Wajo yang sudah memberi ruang dan kepercayaan kepada saya. Ini kerja besar dan mulia,” ujarnya.

Sebagai konsultan dan mentor digital marketing, kehadiran Suryadi Laoddang atau Daeng DJ di Pesta Wirausaha Wajo tidak hanya membawa materi teknis, tetapi juga pesan moral tentang kerendahan hati, identitas, dan tanggung jawab sosial seorang perantau sukses. Pesta Wirausaha Wajo kembali menegaskan diri sebagai ruang yang tidak hanya menghadirkan pembicara nasional, tetapi juga menghubungkan putra daerah dengan akar dan kontribusinya bagi tanah kelahiran.