Dedy Syandera Putera, Founder Rendang Gadih yang Maju di Bursa Capres TDA 9.0
·waktu baca 3 menit

Jakarta - Nama Dedy Syandera Putera ikut meramaikan bursa Calon Presiden Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) 9.0. Dedy dikenal sebagai Founder & CEO PT Gadih Minang Anugerah, perusahaan yang menaungi brand Rendang Gadih.
Dedy bukan sosok baru di lingkungan TDA. Ia pernah menjabat sebagai Kadiv EPIK TDA Tangerang Raya 5.0 pada periode 2016-2019, kemudian menjadi Ketua TDA Tangerang Raya 6.0 periode 2019-2021. Setelah itu, ia bergabung sebagai Staff Dirluni TDA 7.0 pada 2021-2023, dan kini menjabat sebagai Direktur Edukasi Bisnis Level Foundation TDA 8.0 sejak 2023.
Rekam Jejak Dedy di Organisasi TDA
Rekam jejak tersebut membuat Dedy memiliki pengalaman berjenjang di organisasi TDA, mulai dari tingkat daerah hingga struktur edukasi bisnis di level nasional. Dengan pengalaman itu, Dedy dinilai memahami kebutuhan member TDA, terutama dalam hal penguatan kapasitas bisnis, pendampingan usaha, dan pengembangan komunitas pengusaha.
Sebelum membangun usaha sendiri, Dedy memiliki pengalaman profesional lebih dari 11 tahun. Ia pernah bekerja di salah satu perusahaan manufaktur swasta nasional pada 2005-2017. Latar belakangnya sebagai Quality Control Manager membentuk kompetensi kuat di bidang operasional, kualitas produk, dan inovasi industri makanan.
Perjalanan Membangun Rendang Gadih
Pada 2017, Dedy mendirikan PT Gadih Minang Anugerah dan mengembangkan Rendang Gadih sebagai brand makanan siap saji berbasis masakan otentik Minangkabau. Lewat Rendang Gadih, ia membawa resep keluarga ke pasar modern dengan produk rendang kemasan dan bumbu instan.
Rendang Gadih mengusung pendekatan yang memadukan cita rasa tradisional, standar kebersihan global, dan praktik berkelanjutan. Dedy menempatkan bisnis kuliner bukan hanya sebagai produk konsumsi, tetapi juga sebagai medium untuk memperkenalkan warisan kuliner Indonesia dengan kualitas kelas dunia.
Latar Belakang Pendidikan dan Pengalaman Dedy
Dari sisi pendidikan, Dedy merupakan lulusan Teknik Industri Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Saat ini, ia juga tercatat sebagai mahasiswa MBA di INTI International University, Nilai, Seremban District, Negeri Sembilan, Malaysia.
Dengan latar belakang sebagai engineer, pelaku usaha, pemimpin komunitas, dan pegiat edukasi bisnis, Dedy membawa narasi penguatan kapasitas pengusaha sebagai salah satu agenda utama dalam pencalonannya di TDA 9.0.
Dedy mengatakan, keikutsertaannya dalam bursa Calon Presiden TDA 9.0 bukan sekadar tentang kontestasi organisasi, tetapi tentang kontribusi untuk memperkuat ekosistem pengusaha Indonesia.
“TDA telah menjadi rumah belajar, rumah tumbuh, dan ruang kolaborasi bagi banyak pengusaha. Saya ingin membawa semangat agar semakin banyak member TDA yang naik kelas, tidak hanya dari sisi omzet, tetapi juga dari sisi mindset, sistem bisnis, kualitas produk, dan kebermanfaatan untuk lingkungan sekitarnya,” ujar Dedy Syandera Putera.
Visi Dedy untuk Pengusaha dan TDA 9.0
Menurut Dedy, tantangan pengusaha saat ini tidak hanya soal menjual produk, tetapi juga membangun bisnis yang adaptif, memiliki standar kuat, dan mampu bertahan dalam perubahan pasar.
“Pengusaha hari ini harus punya daya tahan, daya saing, dan daya kolaborasi. TDA punya modal sosial yang sangat besar untuk menjadi gerakan pengusaha yang semakin relevan. Saya ingin ikut mengambil peran dalam memperkuat itu,” kata Dedy.
Dalam pencalonannya, Dedy membawa pengalaman langsung sebagai pelaku usaha manufaktur makanan, sekaligus pengalaman organisasi yang panjang di TDA. Ia berharap TDA 9.0 dapat menjadi momentum untuk memperluas dampak organisasi bagi member, komunitas, dan ekosistem UMKM nasional.
“Saya percaya, ketika pengusaha saling menguatkan, dampaknya tidak berhenti di bisnis masing-masing. Dampaknya bisa sampai ke keluarga, karyawan, mitra, daerah, bahkan ekonomi Indonesia,” tutur Dedy.
Dengan rekam jejak di dunia bisnis dan organisasi, Dedy Syandera Putera menjadi salah satu figur yang patut diperhitungkan dalam bursa Calon Presiden TDA 9.0.
