Dimas Rahmat, Sarjana Psikologi yang Nekat Mendirikan Bhre Production

SIDOARJO - Dimas Rahmat Pamungkas merupakan pemilik Bhre Production, usaha di bidang jasa produksi dan pelatihan foto dan video. Dia mulai menjalankan bisnis ini sejak tahun 2007.
Sebenarnya, sarjana Psikologi lulusan Universitas Airlangga ini, hanya bermodal nekat mendirikan Bhre Production. Dia tidak memiliki pengalaman sama sekali di bidang tersebut.
"Sejak mahasiswa, saya sudah bergelut di bidang pengembangan SDM atau pelatihan serta hal-hal terkait keilmuan psikologi lainnya. Nah sekitar tahun 2006, saya membantu perusahaan teman saya untuk mengurusi korban musibah lumpur yang terkenal di Jawa Timur kala itu," ujarnya.
Dari kejadian ini, dia menemukan titik jenuh bergelut dengan ratusan orang yang curhat mengenai hidupnya akibat musibah lumpur. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengundurkan diri membantu perusahaan temannya.
"Kemudian suatu hari di kampus, saya bertemu senior yang membawa kamera besar dan mencobanya. Ternyata senior saya tersebut berbisnis di bidang foto dan video pernikahan. Akhirnya saya mencoba ikut. Ternyata saya menemukan orang-orang bahagia di dalam pernikahan," ungkapnya.
"Di fotografi kita belajar keindahan atau menangkap hal-hal indah untuk foto kita," jelasnya.
Akhirnya, dia mulai mencoba belajar untuk menjual jasa fotografi dan videogafi pernikahan, yang ternyata sangat laku keras di pasaran.
Di tahun 2008, dia mulai belajar fotografi secara otodidak. "Tahun 2009, saya mulai masuk ke fotografi untuk perusahaan. Dan baru tahun 2010, saya baru berani masuk ke komunitas fotografi karena sebenarnya saya malu dengan kemampuan fotografi saya. Tahun 2011 mulai ikut lomba dan beberapa kali menang," sebutnya.
Di tahun 2012, dia mulai mengajar fotografi secara privat maupun untuk perusahaan.
"Sudah sekitar 14 tahun di bidang ini, saya sudah menangani beberapa klien perusahaan baik di bidang foto, video maupun kelas belajar fotografi. Seperti Bank Indonesia, OJK, PT Jasa Marga, Pertamina, Djarum, ITS, bahkan saya ke China untuk memproduksi video profile perusahaan di sana," ujarnya.
Untuk mengembangkan bisnisnya, dia akan memperbanyak dan memperdalam aset digital tutorial fotografi dan videografi seperti untuk program pra-kerja dari pemerintah.
Saat ini, dia sudah memiliki website www.kursusfoto.com yang berisi tutorial foto produk menggunakan handphone. "Nantinya akan diperkaya dengan materi fotografi profesional, videografi, dan editing," ujarnya.
Perlu diketahui, dia merupakan member komunitas Tangan Di Atas (TDA) sejak tahun 2010.
"Selama ini kita berkutat di sekitar-sekitar daerah sendiri istilahnya mbulet di situ-situ aja. Nah, dengan bergabung di TDA, kita punya banyak kenalan, yang Insya Allah highly trusted person, di hampir setiap daerah seluruh Indonesia. Sehingga kita bisa anggap sebagai saudara sendiri, mau kemana-mana aman dan nyaman," pungkasnya.
