Dulu Teknisi AC, Kini Yan Yan Jadi Bos PT Wirajaya Erkon Mandiri

BEKASI - Krisis moneter yang terjadi di tahun 1998, membuat Yan Yan harus kehilangan pekerjaannya. Perusahaan kontraktor tempatnya bekerja, terpaksa mengurangi jumlah karyawan.
Lalu, dia memilih bekerja di pabrik perusahaan Jepang sebagai teknisi AC. Setelah memiliki cukup modal usaha hasil penugasan di Saudi Arabian Airlines, dia memutuskan memulai usaha baru di bawah naungan PT Wirajaya Cibitung.
Bekerja sama dengan Rudi Purnama, pada tahun 2002 Yan Yan memulai usaha one stop service untuk solusi di bidang Mechanical Electrical (ME) khususnya Heating Ventilating Air Conditioning Refrigeration (HVACR), untuk pabrik-pabrik di kawasan Bekasi.
"Pilihan bisnis semata berdasarkan latar belakang pendidikan di bidang refrigerasi dan AC. Serta pengalaman bekerja di perusahaan ME, baik perusahaan besar maupun perusahaan menengah," terangnya.
"Sedangkan fokus ke industri di kawasan industri di Bekasi, Karawang, dan Cikampek berdasarkan pengalaman kerja saat ikut membangun pabrik-pabrik di kawasan industri tersebut," imbuhnya.
Dia memulai usaha dengan menyisir pabrik-pabrik di kawasan industri MM2100, Jababeka, EJIP, dan Delta Silikon yang ada di Kabupaten Bekasi.
"Kemudian mencari detail alamatnya di yellow pages, menelpon satu persatu untuk berkenalan lalu mengirim perkenalan dan penawaran kerja sama via faximile. Alhamdulillah layanan kita dibutuhkan sehingga kita bisa terus berkembang," katanya.
Kemudian di tahun 2007, usahanya berubah menjadi PT Wirajaya Erkon Mandiri untuk strategi pengembangan yang lebih berkelanjutan.
Rencananya, dia akan menggali dan memperluas pelayanan yang dibutuhkan customer untuk unit kapasitas besar dan unit dengan spesifikasi special.
"Menguatkan lagi pelayanan untuk kapasitas kecil dan medium yang saat ini menjadi penyumbang pendapatan terbesar. Semuanya diiringi dengan pengembangan SDM dan segala sumber daya penunjang yang dibutuhkan," harapnya.
Tips bisnis Yan Yan adalah tindakan yang konsisten, perbaikan yang berkelanjutan, membangun tim yang solid, manajemen yang luwes, berorientasi pada hasil atau target akhir, usaha maksimal, dan tawakkal sedari awal.
Yan Yan merupakan member komunitas Tangan Di Atas (TDA) sejak tahun 2015. "Banyak manfaat yang saya peroleh, diantaranya memperluas networking dan mendapatkan pembelajaran bisnis yang beragam langsung dari para mentor yang sudah teruji," pungkasnya.
