Konten Media Partner

Ery Nur Azhari Geluti Bisnis Sejak Kuliah, Kini Tekuni Industri Edtech Anakode

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ery Nur Azhari, Edtech Anakode. dok/pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Ery Nur Azhari, Edtech Anakode. dok/pribadi

BOGOR - Ery Nur Azhari pengusaha muda yang bergelut di bidang industri Edtech mulai menekuni bisnis sejak kuliah tingkat II di IPB. Dia menceritakan jika bisnisnya dimulai pada tahun 2017.

Sebelumnya Ery mencoba sejumlah bisnis. Di antaranya menjadi supplier frozen fruit ke Cafe Foresthree dan Rumoh Kupi Premium, membuka agency IT untuk keperluan website dan mobile apps, dan menjual kaus distro.

"Setelah lulus dari kuliah mulai tahun 2020 bisnis saya sampai saat ini adalah bisnis di industri Edtech (education technology) dengan brand Anakode yang berfokus untuk menyelenggarakan pendidikan programming, graphic design, game creator untuk anak-anak usia 6-15 tahun," jelasnya.

Ery menyebutkan menggeluti bisnis tersebut lantaran edtech Anakode banyak memberikan manfaat dan keberhasilan bagi orang tua yang khawatir akan pergaulan di internet. Selain memberikan dampak yang baik, dia juga ingin memberikan edukasi terbaik tentang IT.

"Anakode dapat menjadi solusi untuk melawan sentimen negatif bahwa teknologi akan menghilangkan ratusan juta tenaga kerja di masa depan dan menciptakan tenaga IT terampil yang menjadi generasi penerus bangsa Indonesia masa depan," jelasnya.

Selain itu dia juga membagikan pengalaman selama menjalankan bisnis di bidang edtech. Menurutnya bidang edtech termasuk dalam salah satu bisnis yang tidak mudah dan tidak sulit.

"Membangun bisnis di bidang edtech itu gampang-gampang susah, karena dengan target pasar untuk anak-anak maka pemberi keputusannya atau orang tua mereka perlu diedukasi terlebih dahulu. Terutama di Indonesia saat ini di mana orang tua masih belum terlalu aware dengan pesatnya perkembangan teknologi. Namun kita tetap berusaha bertahan dan mencoba untuk selalu hadir dalam setiap kebutuhan pendidikan teknologi untuk anak-anak sehingga ketika momentum kebutuhan pendidikan teknologi meningkat, kita sudah siap dan bisa memberikan fasilitas belajar yang dapat dipertanggung jawabkan," jelasnya.

Ery berharap bersama tim Anakode dapat menciptakan keluarga harmoni bersama teknologi. Sehingga masyarakat semakin cerdas dan bijak menggunakan teknologi untuk membangun bangsa. Ery membagikan tips bisnis bagi pembaca yaitu belajar disiplin dalam melakukan suatu hal, membuat rencana untuk melakukan eksekusi lebih banyak dibanding bercerita harapan, fokus dan pantang menyerah dalam menghadapi proses dan rintangannya.

"Selain itu tips bisnis dari saya temukan mentor bisnis yang tepat dan gabung komunitas bisnis yang asyik seperti TDA supaya bisa saling berbagi pengalaman untuk menguatkan jiwa berbisnis," ungkapnya.

Ery bergabung dengan komunitas TDA tahun 2019. Memilih komunitas TDA karena dalam komunitas ini benar-benar mendapat bimbingan dari sesama anggota membernya sesuai visinya.

"Jadi banyak manfaat yang saya peroleh dari TDA. Karena TDA konsisten dengan visinya. Yaitu membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban, serta vibes saling menguatkan untuk berjuang yang bisa selalu meningkatkan gairah berbisnis," pungkasnya.