Ferdian Ramaikan Bursa Calon Presiden TDA 9.0 dengan Fokus Transformasi Digital
·waktu baca 4 menit

Jakarta - Nama Ferdian, S.T., M.T. ikut meramaikan bursa Calon Presiden Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) 9.0. Sosok yang dikenal aktif di dunia bisnis, teknologi, pendidikan, dan komunitas entrepreneur ini, membawa pengalaman lebih dari 15 tahun dalam pengembangan bisnis, transformasi digital, kemitraan strategis, hingga penguatan ekosistem usaha.
Ferdian saat ini tercatat sebagai Founder dan Direktur Utama Trifenta Global Teknologi. Dalam perjalanan profesionalnya, ia banyak terlibat dalam analisis, integrasi, dan komersialisasi sistem. Pengalamannya juga mencakup sektor pemerintahan, BUMN, militer, hingga enterprise.
Pengalaman Ferdian di Dunia Teknologi dan Bisnis
Ferdian menggambarkan dirinya sebagai eksekutif berusia 40 tahun yang memahami bagaimana manusia, sistem, teknologi, dan ekosistem dapat bertumbuh secara bersamaan.
Pengalamannya dalam implementasi teknologi, merancang model bisnis, menjalankan transformasi digital maupun non-digital, membangun mesin pertumbuhan, memimpin pengembangan bisnis. Ferdian juga berpengalaman menciptakan kemitraan strategis di industri pendidikan, telkom, F&B, dan manufaktur memperkaya perspektif kepemimpinannya.
Bagi Ferdian, kepemimpinan tidak hanya soal tanggung jawab dan arah, tetapi juga tentang memilih engine pertumbuhan yang tepat, dan melihat momentum yang mampu menjadi leverage organisasi menuju tujuan.
Ia menekankan pentingnya perencanaan dan eksekusi berkualitas, sistem yang tertata, serta jejaring kemitraan strategis dengan nilai-nilai agile dan relevan.
Rekam jejak Ferdian di dunia profesional terbilang panjang. Pada 2025, ia pernah ditunjuk sebagai Chief Technology Officer di Prakerja.co.id, program pemerintah yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Sebelumnya, pada 2020-2024, Ferdian menjabat sebagai Co-founder sekaligus Director Commercial & Partnership di Motiolabs Digital Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan perangkat lunak.
Aktif di Organisasi dan Komunitas Pengusaha
Di luar dunia profesional, Ferdian juga aktif dalam berbagai organisasi dan komunitas. Ia tercatat sebagai Sekretaris Umum Komunitas Pengusaha TDA 8.0 sejak 2023.
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Direktur Pesta Wirausaha TDA 5.0 pada 2017-2019 dan Direktur Keanggotaan TDA 4.0 pada 2015-2017.
Kiprahnya di jejaring bisnis juga terlihat dari perannya sebagai Vice Chairman Hipmi Connection Partnership & Investment Relation di HIPMI Kota Bandung sejak 2022, Director Private Partnership OK OCE Indonesia pada 2021-2024, serta General Secretary Telkom University Alumni Entrepreneur Network melalui Dakol Connection sejak 2024.
Secara akademik, Ferdian merupakan lulusan Teknik Informatika Telkom University dan melanjutkan pendidikan magister di bidang Manajemen Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pengalaman Internasional dan Visi Digitalisasi TDA
Selain aktif di dalam negeri, Ferdian juga dikenal memiliki pengalaman dalam forum dan jejaring internasional. Ia beberapa kali terlibat dalam diskusi lintas negara terkait teknologi digital, media, kolaborasi, dan pengembangan ekosistem bisnis.
Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya bahwa pengusaha Indonesia perlu memiliki daya saing global tanpa kehilangan kekuatan kolaborasi lokal.
Dengan latar belakang tersebut, keikutsertaan Ferdian dalam bursa Calon Presiden TDA 9.0 dinilai menjadi salah satu warna tersendiri. Ia membawa kombinasi pengalaman teknologi, bisnis, organisasi, dan pengembangan komunitas yang relevan dengan kebutuhan TDA sebagai komunitas pengusaha yang terus bertumbuh.
Ferdian Dorong Transformasi dan Digitalisasi Komunitas TDA
Ferdian mengatakan, pencalonannya bukan sekadar tentang kontestasi kepemimpinan, tetapi tentang kontribusi untuk memperkuat ekosistem pengusaha di TDA yang berdampak bagi perekonomian nasional.
“Sebagai komunitas yang memiliki anggota pengusaha mulai dari level mikro sampai korporasi, TDA perlu orkestrator yang tepat. Saya percaya TDA memiliki modal sosial yang besar, relevan dan tidak tergantikan sebagai komunitas pengusaha yaitu member yang terus belajar, bertumbuh dan kolaboratif,'' katanya.
Tantangannya, lanjut Ferdian, bagaimana memberikan lebih banyak ruang dan kesempatan bagi para member TDA untuk berkontribusi positif di levelnya masing-masing.
''Orkestrasi yang tepat dan sinergi dengan mitra yang sevisi dapat membuka lapangan kerja baru, menciptakan daya saing nasional dan global dengan teknologi akan memberi dampak lebih luas bagi ekonomi Indonesia,” ujar Ferdian.
Ferdian menambahkan, pengalaman di dunia teknologi dan pengembangan bisnis membuatnya melihat pentingnya transformasi komunitas yang adaptif terhadap perubahan zaman. Menurutnya, TDA perlu terus memperkuat peran sebagai rumah kolaborasi bagi para pelaku usaha dari berbagai sektor melalui digitalisasi.
“Kekuatan komunitas ada pada manusianya, keberlanjutan dan dampak yang meluas dapat di-leverage dengan digitalisasi. Saya ingin membawa semangat itu dalam ber-TDA,” kata Ferdian.
Bursa Calon Presiden TDA 9.0 menjadi momentum penting bagi komunitas TDA untuk menentukan arah kepemimpinan berikutnya. Di tengah tantangan dunia usaha yang semakin dinamis, figur dengan pengalaman lintas sektor seperti Ferdian dinilai dapat memperkaya gagasan dan pilihan bagi anggota TDA.
