Fitriady Masuk Bursa Capres TDA 9.0, Siapkan Penguatan Ekosistem Pengusaha
·waktu baca 4 menit

Jakarta - Nama M. Fitriady masuk dalam bursa calon Presiden Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) 9.0. Sosok pengusaha sekaligus konsultan pemerintahan ini dikenal memiliki pengalaman panjang dalam membangun kolaborasi lintas sektor, mulai dari dunia bisnis, pemerintahan, komunitas, hingga jejaring internasional.
Fitriady bukan nama baru dalam ekosistem kewirausahaan dan pengembangan komunitas bisnis. Ia tercatat sebagai Founder dan Director PT Pelita Harmoni Ammeta dan Titik Terang Solusindo, perusahaan yang berfokus pada pengembangan kemitraan global di sektor layanan haji dan umrah, perdagangan, komoditas pangan, ekspor impor, serta logistik. Selain itu, ia juga merupakan Founder PT Sudee Rinra Nusantara, sebuah Perusahaan Modal Asing (PMA) yang bekerja sama dengan perusahaan Malaysia dan bergerak di bidang industri manufaktur bumbu masakan.
Fitriady disebut memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam kolaborasi bisnis lintas sektor, pengembangan bisnis nasional dan internasional, serta kemitraan publik dan swasta. Sejak 2013, ia juga aktif sebagai konsultan untuk kementerian dan lembaga publik di Indonesia, terutama dalam program pembangunan nasional dan integrasi pemangku kepentingan.
Jejak Bisnis dan Pengalaman Organisasi Fitriady
Masuknya Fitriady dalam bursa calon Presiden TDA 9.0 dinilai membawa warna tersendiri. Ia memiliki latar belakang kuat dalam pengembangan usaha, kebijakan publik, jejaring pemerintahan, dan pembangunan ekonomi komunitas. Sejumlah pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membaca kebutuhan komunitas pengusaha di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Di dunia bisnis, Fitriady saat ini memimpin PT Pelita Harmoni Ammeta dan PT Titik Terang Solusindo dengan agenda utama memperluas kerja sama internasional dan membangun ekosistem bisnis terintegrasi, khususnya pada sektor perdagangan, haji umrah, dan logistik. Ia juga tercatat sebagai Direktur di PT ARSI Bujur Indonesia yang berfokus pada pendampingan pemerintahan dan perluasan kemitraan usaha berbasis kebijakan publik.
Di saat yang sama, ia mengembangkan PT Sudee Rinra Nusantara sebagai perusahaan manufaktur bumbu masakan berbasis investasi asing yang membuka peluang kolaborasi industri antara Indonesia dan Malaysia.
Tidak hanya di sektor korporasi, Fitriady juga memiliki rekam jejak di berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua TDA Makassar (2011-2013), Ketua TDA Wilayah Sulseltra Papua (2019-2021), Direktur Pengembangan Wilayah TDA periode 2021-2023, dan kini tercatat sebagai Direktur TDA Peduli periode 2023-2026.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Pembina Lembaga Pengembangan UMKM Muhammadiyah Sulawesi Selatan periode 2022-2027 dan Wakil Ketua PINBAS MUI Sulawesi Selatan periode 2022-2027.
Fitriady Ingin Perkuat Ekosistem Internal TDA
Dengan latar belakang tersebut, Fitriady memandang TDA sebagai komunitas yang memiliki potensi besar untuk melahirkan pengusaha-pengusaha yang tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat luas.
“Bagi saya, TDA bukan sekadar komunitas bisnis. TDA adalah ruang tumbuh, ruang belajar, ruang kolaborasi, dan ruang kontribusi. Jika diberi amanah dalam proses TDA 9.0, saya ingin mendorong ekosistem internal organisasi yang semakin kuat di level daerah, wilayah dan pusat, saling menopang antar member, mendorong kolaborasi lintas sektor, serta memberi manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat,” ujar Fitriady.
Fitriady juga menegaskan bahwa kepemimpinan dalam komunitas pengusaha harus mampu menjembatani kebutuhan anggota dengan peluang yang lebih luas. Menurutnya, kekuatan TDA terletak pada kolaborasi, jejaring, dan keberanian para anggotanya untuk naik kelas bersama.
“Pengusaha hari ini tidak bisa berjalan sendiri. Kita perlu membangun koneksi, akses pasar, pendampingan, dan solidaritas. Semangat saya sederhana, bagaimana TDA bisa semakin relevan, semakin berdampak, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh para anggota di seluruh Indonesia,” kata dia.
Latar Pendidikan dan Visi Kepemimpinan
Dari sisi pendidikan, Fitriady memiliki latar akademik yang kuat. Ia tercatat sebagai kandidat doktor bidang Ekonomi Politik di Universiti Kebangsaan Malaysia, meraih gelar master di bidang Manajemen dari ITB Nobel Indonesia, serta sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Gadjah Mada.
Ia juga pernah mengikuti program internasional di Minnesota, Amerika Serikat. Selain itu, Fitriady saat ini merupakan Founder sekaligus Direktur Azaira Islamic Modern School yang berlokasi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sebagai bentuk kontribusinya dalam pengembangan pendidikan berbasis nilai, karakter, dan kepemimpinan generasi masa depan.
Fitriady menempatkan nilai integritas, kolaborasi, dampak strategis, dan kemitraan jangka panjang sebagai prinsip utama. Ia juga memiliki motto personal: “The best among people are those who bring benefit to others” atau sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberi manfaat bagi orang lain.
Motto itu menjadi benang merah dari langkah Fitriady dalam bursa calon Presiden TDA 9.0. Dengan pengalaman di dunia usaha, pemerintahan, organisasi, pendidikan, dan jejaring internasional, Fitriady ingin menghadirkan kepemimpinan yang tidak hanya administratif, tetapi juga mampu membuka akses, memperluas kolaborasi, dan menciptakan dampak nyata bagi komunitas pengusaha TDA.
