Konten Media Partner

Gagal Jadi Diplomat, Kini M Fitriady Jadi Pemilik Sujati Group

TDAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
M Fitriady. Foto: dok
zoom-in-whitePerbesar
M Fitriady. Foto: dok

MAKASSAR - M Fitriady (35) merupakan pemilik Sujati Group, bisnis yang bergerak di bidang peternakan dan pertanian. Dia mulai melakoni bisnis ini sejak duduk di bangku kuliah pada tahun 2007 lalu.

"Memulai bisnis karena kondisi orang tua meninggal dan meninggalkan bisnis keluarga yang harus saya urus, sehingga resiko kuliah tertunda. Lulus saya 8 tahun karena mengurus bisnis," bebernya.

Selain tertunda menjadi sarjana, dia harus rela menyimpan cita-citanya menjadi diplomat. "Saya tidak ada cita-cita menjadi pebisnis Saya ingin menjadi diplomat. Makanya kuliah mengambil jurusan HI (Hubungan Internasional), kemudian harus berpindah menjadi pebisnis," ungkapnya.

M Fitriady (kiri). Foto: dok

Dia menyebutkan, banyak tantangan yang dihadapi. Salah satunya membiasakan karyawan dengan sistem yang lebih modern. "Tantangannya sangat besar dan bersyukur bisa bertahan sampai sekarang, bahkan dapat berkembang karena saya banyak belajar di TDA (Tangan Di Atas) tentang sistem bisnis dan SOP bisnis," ungkapnya.

Untuk mengembangkan bisnisnya, dia berencana fokus menaikkan para UKM menjadi level industri, sehingga Sujati Group dapat ikut serta membantu kedaulatan pangan di Indonesia.

"Karena saat ini kami bukan hanya peternakan produksi ayam maupun telur, tapi kita sudah merambat ke produksi beras dan jagung," jelasnya.

Selain itu, dia juga berencana meningkatkan profit dan membuka lapangan pekerjaan. "Tentunya cita-cita pengembangan bukan hanya menambah profit saja, tapi kita menjadi jembatan dalam hal kesejahteraan orang lain dengan membuka lini bisnis lainnya di bidang yang sama. Tentu itu akan membuka lapangan kerja," harapnya.

Selama ini, Fitriady berprinsip bahwa semakin bayak orang yang dibantu oleh bisnisnya, maka semakin baik bisnis yang dijalaninya. Hal ini juga menjadi prinsip bahwa tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.

Tips bisnisnya adalah tidak mudah patah semangat, selalu memiliki ide, berupaya belajar mengikuti tren, dan berkumpul dengan komunitas bisnis.

"Yang terpenting niat bisnis harus menjadi tujuan utama, menjadikan bisnis sebagai ibadah," ucapnya.

Perlu diketahui, dia merupakan member komunitas TDA sejak tahun 2011. Di tahun yang sama, dia menjabat sebagai Ketua TDA Makassar 2.0.