Konten Media Partner

Halal Bihalal 2026 TDA Tangerang Raya Bahas Krisis Global dan Strategi Bisnis

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Halal Bihalal 2026 TDA Tangerang Raya Bahas Krisis Global dan Strategi Bisnis
zoom-in-whitePerbesar

Tangerang - Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Tangerang Raya menggelar kegiatan Halal Bi Halal dan Sharing Session di Bignose Cafe Tangerang pada 4 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan kapasitas bisnis bagi para pelaku usaha di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Ketua TDA Tangerang Raya, Hendy Windardy, mengatakan kegiatan tersebut dihadiri pelaku UMKM, entrepreneur, dan calon pengusaha. Halal Bi Halal tahun ini mengusung tema To The Next Level dengan fokus pada kesiapan bisnis menghadapi tantangan global serta pentingnya sistem dalam pengelolaan usaha.

Narasumber Berbagi Strategi Naik Kelas

Hendy menyebutkan narasumber dalam kegiatan ini yakni Bang Mija dan Yuyun.

Ia menjelaskan, Bang Mija dikenal sebagai pelaku usaha yang membangun Impero Group, grup bisnis yang bergerak di berbagai sektor usaha mulai dari distribusi hingga pengembangan bisnis.

“Ia aktif membangun sistem bisnis yang scalable serta mendorong pengusaha untuk naik kelas melalui mindset dan strategi yang tepat,” jelasnya.

Sementara itu, Yuyun merupakan Founder Prima Group yang fokus pada pengelolaan bisnis berbasis sistem dan pengembangan tim. Ia dikenal memiliki kekuatan dalam membangun SOP, manajemen operasional, serta pengelolaan SDM agar bisnis dapat berjalan profesional dan berkelanjutan.

Soroti Krisis Global dan Dampaknya ke Dunia Usaha

Dalam sesi pemaparan, Bang Mija membahas perang Iran-Amerika dan dampaknya terhadap ekonomi dunia. Ia menyoroti kondisi global, khususnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang dinilai berdampak luas terhadap perekonomian global.

Ia menjelaskan konflik di kawasan Timur Tengah sangat krusial karena berkaitan dengan jalur distribusi energi dunia. Kondisi tersebut berdampak langsung pada harga minyak, logistik, hingga stabilitas ekonomi global.

Beberapa dampak yang disampaikan antara lain:

* Kenaikan harga bahan baku dan energi

* Gangguan distribusi serta rantai pasok

* Inflasi dan penurunan daya beli

* Ketidakpastian pasar

“Kalau kita tidak peka terhadap kondisi global, bisnis kita bisa ikut goyah. Tapi kalau kita siap, justru ini bisa jadi peluang,” terangnya.

Ia juga membagikan strategi menghadapi krisis, yakni adaptif terhadap perubahan, menjaga cashflow, melakukan diversifikasi usaha, serta memperkuat fundamental bisnis.

“Di setiap masa sulit, selalu ada bisnis yang tutup, tapi selalu ada juga yang naik level,” tuturnya.

Profesionalisme dan Sistem Jadi Kunci Bisnis Berkelanjutan

Selanjutnya, Yuyun membahas pentingnya SOP dan profesionalisme sebagai kunci utama dalam menjalankan bisnis, khususnya dalam pengelolaan karyawan. Ia menegaskan SOP harus jelas dan dijalankan secara konsisten sehingga setiap karyawan memiliki jobdesk yang tegas.

“Sistem lebih penting daripada ketergantungan pada orang. Hal penting yang ditekankan adalah profesionalisme dalam mengelola tim, termasuk jika melibatkan keluarga. Walaupun ada hubungan saudara, tetap harus profesional. Bisnis tidak boleh dicampur dengan perasaan,” bebernya.

Kedua narasumber berpesan bahwa di tengah kondisi dunia yang tidak stabil, pengusaha harus siap menghadapi perubahan. Bisnis juga harus memiliki sistem yang kuat, bukan sekadar berjalan apa adanya. Mental yang tangguh, adaptif, dan profesionalisme dinilai menjadi kunci keberlanjutan usaha.

Acara berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan networking yang aktif sehingga peserta mendapatkan insight praktis yang dapat langsung diterapkan dalam bisnis mereka.

Kegiatan ini juga diselenggarakan secara gratis sebagai bentuk komitmen TDA (Tangan Di Atas) Tangerang Raya dalam mendukung pertumbuhan pengusaha lokal. Untuk informasi kegiatan selanjutnya dapat menghubungi nomor 0813-6736-0871.