Halal Bihalal TDA Ladies Jaksel, Dari Silaturahmi Menuju Kolaborasi Bisnis
·waktu baca 3 menit

Jakarta Selatan- Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Perempuan Jakarta Selatan menggelar halal bihalal yang dirangkai dengan sharing bisnis mengusung tema Grow Together, Glow Together. Kegiatan tersebut berlangsung di Dapur Solo Sarinah, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2026).
Suara tawa terdengar bersahutan. Bukan sekadar makan siang biasa, tetapi ada cerita, pelukan hangat, dan obrolan yang terasa lebih dalam dari sekadar basa-basi. Kegiatan yang menjadi ajang saling bertemu dan berkenalan langsung ini pun memberikan banyak manfaat bagi para peserta.
Momen Pertemuan yang Menguatkan Komunitas
Rizka Ade, Ketua Divisi TDA Perempuan Jaksel 8.1, mengatakan bahwa sebagian peserta baru pertama kali bertemu secara langsung. Selama ini, mereka hanya saling menyapa melalui grup percakapan dan melihat perkembangan bisnis melalui layar ponsel.
“Tetapi siang itu berbeda. Ada tatapan mata, ada senyum yang nyata, ada cerita yang akhirnya terdengar langsung. Di satu meja, obrolan tentang anak tiba-tiba bergeser ke strategi jualan. Di meja lain, cerita tentang tantangan bisnis berubah jadi ide kolaborasi. Tidak ada yang dibuat-buat. Semua mengalir,” ungkapnya.
Menurutnya, inilah wajah asli komunitas - bukan hanya tempat berkumpul, tetapi ruang untuk merasa tidak sendirian dalam menjalankan usaha.
Dari Silaturahmi Menuju Pendataan Kebutuhan Bisnis
Rizka menyebutkan, ada hal menarik yang terjadi di balik suasana santai tersebut. Ia tidak ingin momen halal bihalal berhenti sebagai ajang silaturahmi semata.
“Saya tidak ingin momen ini berhenti sebagai ajang silaturahmi saja. Sebab banyak pelaku usaha punya semangat besar, tapi kebutuhannya tidak benar-benar terpetakan,” bebernya.
Di tengah obrolan dan kebersamaan, mulai dilakukan pendataan kebutuhan anggota. Pendataan dilakukan secara santai melalui percakapan yang jujur, bukan survei formal yang kaku. Pertanyaan sederhana pun muncul, yakni apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk naik level dalam bisnis.
Pertanyaan tersebut menjadi titik awal perubahan arah kegiatan yang semula terasa ringan menjadi lebih terstruktur dan berdampak.
Tema Grow Together, Glow Together Jadi Lebih Nyata
Rizka menilai tidak semua komunitas berani masuk pada fase ini. Banyak kegiatan komunitas berhenti pada kumpul dan foto bersama. Hangat, tetapi belum tentu memberikan dampak nyata bagi anggota.
Dengan tema Grow Together, Glow Together, menurutnya, kegiatan ini menjadi lebih terasa maknanya. Bukan sekadar kalimat motivasi, tetapi mulai diuji apakah benar-benar bisa tumbuh bersama.
Ia menambahkan, suasana yang cair justru menjadi kekuatan utama. Tidak ada jarak antara anggota lama dan baru. Semua duduk sejajar dan berbagi pengalaman tanpa rasa sungkan.
Langkah Kecil Menuju Kolaborasi dan Konsistensi
Menurut Rizka, kepercayaan yang mulai terbentuk dalam pertemuan tersebut menjadi fondasi utama kolaborasi. Hal ini sejalan dengan semangat TDA 8.0 To The Next Level.
“Langkah kecil seperti ini sebenarnya punya potensi besar. Tinggal satu hal yang akan menentukan, yaitu konsistensi setelah acara selesai. Karena membangun momentum itu mudah. Menjaganya, itu yang tidak semua komunitas bisa,” jelasnya.
Kegiatan pun ditutup dengan suasana hangat. Energi yang dibawa pulang terasa berbeda. Tidak hanya kenyang secara perut, tetapi juga penuh secara pikiran dan hati.
Bagi sebagian peserta, halal bihalal ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan titik awal untuk benar-benar naik level bersama. Untuk informasi lebih lanjut mengenai TDA Jakarta Selatan, masyarakat dapat menghubungi melalui DM Instagram @tdajaksel.
