Konten Media Partner

History to Legacy di Penutupan Pesta Wirausaha TDA

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesta Wirausaha. Foto: Rezza Doa
zoom-in-whitePerbesar
Pesta Wirausaha. Foto: Rezza Doa

JAKARTA - Penutupan Pesta Wirausaha berlangsung meriah. Meski kegiatan dilakukan secara virtual, banyak hiburan yang ditampilkan untuk seluruh member komunitas Tangan Di Atas (TDA) di Indonesia.

Di tengah penutupan Pesta Wirausaha, terdapat sesi TDA Stories, History to Legacy dengan narasumber Mohammad Rosihan sebagai Ketua MWA 2.0, Mustofa Romdhoni sebagai Ketua MWA 3.0, Andy sebagai Ketua MWA 4.0, dan Badroni Yuzirman sebagai Founder TDA.

Rosihan menyebutkan, dia bergabung dengan komunitas TDA sejak tahun 2007. Banyak perjalanan yang sangat dikenang.

Pesta Wirausaha. Foto: Rezza Doa

"Acara Pesta Wirausaha ini yang sangat dinantikan oleh seluruh member se-Indonesia. Selama 2013-2014, waktu itu TDA sudah sangat bagus. Kita sudah mencetak momentum luar biasa. Pesta Wirausaha saya ikutin sampek 2015," ungkapnya.

Tak hanya itu, seluruh member TDA juga semakin menyebar di berbagai wilayah. "Waktu itu, di zaman saya, datang Jokowi, Chairul Tanjung, Dahlan Iskan, Sandiaga Uno, dan lebih seru lagi tahun 2013 di expo," kenangnya.

Menurutnya, selama bergabung di TDA, dia selalu mendapatkan kebebasan untuk melakukan kreativitas.

"Selama di TDA selalu mendapatkan kebebasan dengan melakukan kreativitas bisnis hingga sharing bisnis menggunakan bendera TDA sesuai dengan koridor. Bisnis itu harus banyak sharing biar berputar," ujarnya.

Sementara itu, Mustofa mengatakan, dia bergabung dengan TDA sejak tahun 2013. "Bergabung di TDA mendapatkan lingkungan yang positif, merasakan banyak manfaat, dan menjadi wadah untuk berbagi," ucapnya.

"Di Pesta Wirausaha yang dilakukan secara virtual selama 2 hari ini, banyak perkembangan. Selain itu juga ada seminar branding produk yang dikemas secara inovatif dan kreatif," pujinya.

Sedangkan Andi mengatakan, perjalanan 15 tahun TDA, pihaknya banyak mendapatkan pengalaman berharga.

"Di TDA sangat banyak sosok yang jarang tampil namun itu tidak mengurangi niat baik mereka untuk membantu perkembangan TDA," jelasnya.

Dia berharap, ke depan TDA tetap relevan dan manfaat bisa dirasakan oleh generasi selanjutnya. "Bagaimana niat baik ini sama-sama dirapikan dan bisa membuat amal jariyah kita di akhirat nanti," harapnya.

Sementara itu, Roni merasakan haru dan bangga terhadap perkembangan TDA. Selaku founder, dia selalu memberikan kebebasan untuk berkreasi. "TDA itu ibarat saya genggam jadi ketika dilepaskan itu mekar agar potensi yang dimiliki itu berkembang," jelasnya.