Konten Media Partner

Husnul Akib, Ketua TDA Gowa-Takalar Perkuat Bisnis Emas dan Fashion

TDAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Husnul Akib, Ketua TDA Gowa-Takalar Perkuat Bisnis Emas dan Fashion
zoom-in-whitePerbesar

GOWA – Husnul Akib, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Gowa-Takalar, terus memperkuat kiprahnya di dunia usaha dengan mengembangkan ekosistem bisnis di sektor perhiasan emas dan fashion. Melalui unit usahanya, Toko Emas Faradiba dan Faradeba Official, Husnul menghadirkan pendekatan manajemen modern dalam industri ritel tradisional.

Strategi Manajemen Terukur Dorong Bisnis Berkelanjutan

Fokus utama Husnul dalam mengembangkan bisnisnya adalah penerapan sistem yang terukur. Ia aktif mengimplementasikan kerangka kerja seperti Balanced Scorecard (BSC) serta strategi manajemen berbasis data guna memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Menurutnya, bisnis yang kuat merupakan bisnis yang dibangun di atas sistem yang rapi, bukan sekadar mengandalkan intuisi semata.

Integrasi Teknologi dan Kekuatan Komunitas

Keunikan pendekatan Husnul terletak pada integrasi teknologi digital dalam pemasaran dan operasional. Dengan memanfaatkan optimasi pemasaran berbasis data serta automasi, ia mampu memperluas jangkauan pasar bisnis emas dan fashionnya, sekaligus menjaga nilai kepercayaan (trust) yang menjadi fondasi utama dalam industri perhiasan.

Husnul mengungkapkan bahwa keputusannya mendalami strategi manajemen dan teknologi dilandasi keinginan untuk menciptakan standar baru dalam pengelolaan UMKM di daerah agar memiliki daya saing yang setara dengan perusahaan berskala besar.

“Bisnis bukan hanya tentang jualan hari ini, tapi tentang bagaimana kita membangun sistem yang dapat terus berjalan dan memberikan nilai manfaat bagi banyak orang. Presisi dalam manajemen menjadi kunci agar bisnis mampu naik kelas,” ujar Husnul.

Selain aktif mengelola bisnis, Husnul juga menekankan pentingnya peran komunitas bagi para entrepreneur. Sebagai Ketua Pengusaha TDA Gowa-Takalar, ia memandang komunitas sebagai wadah krusial untuk berbagi ilmu, memperkuat jaringan, serta memberikan dukungan moral antar pengusaha.

“Di TDA, kami percaya bahwa tumbuh bersama lebih baik daripada sukses sendirian. Komunitas memberikan ruang bagi pengusaha untuk belajar dari kegagalan dan keberhasilan satu sama lain, sehingga tercipta kolaborasi yang mampu memperkuat ekonomi lokal,” tambahnya.

Dengan semangat inovasi dan kepemimpinan yang inklusif, Husnul Akib optimistis bahwa integrasi antara manajemen profesional, pemanfaatan teknologi, serta kekuatan komunitas akan menjadi pendorong utama kemajuan ekosistem kewirausahaan di Sulawesi Selatan.