Konten Media Partner

Kevin Devalentino 27 Tahun Pengusaha Muda Owner Kampoeng Chicken

TDAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kevin Devalentino dan salah satu menu Kampoeng Chicken. dok
zoom-in-whitePerbesar
Kevin Devalentino dan salah satu menu Kampoeng Chicken. dok

BOGOR- Kevin Devalentino pengusaha agrikultur ayam kampung probiotik mulai merintis bisnis pertengahan tahun 2018. Dengan nama Kampoeng Chicken. Sebelumnya, dia menjadi reseller dari salah satu teman SMA yang baru ternak ayam kampung probiotik.

Dia menceritakan, setelah ikut jualan menjadi reseller, Kevin mengikuti lomba kewirausahaan di salah satu kementerian. Kemudian berhasil mendapatkan dana hibah.

"Berhasil ikut lomba, lalu dapat dana hibah yang saya gunakan untuk membangun Kampoeng Chicken bersama Septa teman saya," ujarnya.

Kevin mengakui tidak memiliki pengalaman bisnis maupun background pendidikan kuliah di agribisnis. Di awal perjalanan bisnis, mereka melakukan safari mendaki gunung melewati lembah untuk keliling belajar, dengan peternak-peternak ayam kampung yang ada di Bogor.

"Kami mencari tahu bagaimana cara mereka beternak ayam kampung dan kendala apa yang mereka hadapi begitu pun dengan cara berjualan memulai dari orang terdekat yang akhirnya dibantu juga oleh word of mouth dan Instagram,"ujarnya.

Tak hanya itu, diawal menjalankan bisnis mereka banyak belajar secara bertahap dari pelanggan ataupun dari luar salah satunya dari komunitas TDA Bogor Raya. Meski, tidak memiliki basic di bidang tersebut, namun Kevin cerdas melihat peluang yang ada.

"Saya melihat adanya tren permintaan kebutuhan akan ayam kampung probiotik sehat khususnya di Jabodetabek. Saya melihat juga belum ada yang mengeksplor lebih jauh tentang ayam kampung ini padahal dia merupakan jenis ayam lokal asli Indonesia, yang tidak kalah dengan ayam negeri," katanya.

Kevin besama partner bisnisnya, Septa. dok

Selama menjalankan bisnis banyak tantangan yang dihadapi. Mulai dari kehujanan saat mengirim ayam, bangun jam 2 pagi untuk persiapan pesanan. Bahkan sampai ada konsumen yang tidak membayar. Dia merasa menjalani bisnis masih harus banyak belajar dan masih jauh dari kata sukses.

"Perjalanan masih panjang menuju kesana. Namun saya bersyukur atas apa yang sudah dicapai dan didapat hari ini. Alhamdulillah," ungkapnya.

Dia berharap Kampoeng Chicken bisa memperkenalkan dan menyediakan kebutuhan ayam kampung probiotik sehat secara terjangkau. Sehingga bisa dinikmati banyak orang. Selain itu, Kampoeng Chicken dapat terus berinovasi melahirkan produk baru yang bisa membantu kebutuhan konsumen.

"Kampoeng Chicken bisa tumbuh sampai sekarang juga berkat hasil kerja keras tim saya dari produksi kandang sampai ke penjualan serta support dari stakeholder. Nggak kebayang apa jadinya Kampoeng Chicken tanpa mereka. Beyond grateful to have them," terangnya.

Kevin banyak bersyukur, sebab di tengah pandemi Kampoeng Chicken bisa membuka dua cabang baru di Bekasi dan Depok. Hingga saat ini, sudah memiliki 4 cabang Bogor dan Ciledug.

"Insya Allah, tahun ini bisa ekspansi buka dua cabang baru," ucapnya.

Dia membagikan tips bisnis diantaranya fokus, melihat kebutuhan konsumen, segera mulai untuk bisnis dan tidak menunda untuk memulai.

"Ada banyak pembelajaran bisnis yang saya dapati. Mulai dari fokus pada niche market dulu, mendegarkan kebutuhan dan feedback pelanggan. Paling penting adalah mulai dulu aja, Start from scratch into something," tandasnya.

Sementara itu, bergabung dengan komunitas TDA sejak tahun 2018. Menurutnya TDA merupakan rumah bagi pribadi dan bisnis untuk hidup dan berkembang.

"Saya bersyukur bisa kenal dengan TDA dan senang bisa membantu berkontribusi untuk kemajuan TDA khususnya Bogor Raya," pungkasnya.