Kisah Member TDA Palopo, Dari Kamar Kos Kini Resmikan Gerai Kedua di Makassar

Palopo – Berawal dari modal Rp100 ribu di sebuah kamar kos, usaha Ayam Geprek Najwa yang dirintis anggota Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Palopo, Edi Irfandi, terus berkembang. Terbaru, Edi meresmikan gerai kedua Ayam Geprek Najwa di Kota Makassar, setelah sebelumnya lebih dulu membuka gerai di Kota Palopo.
Di balik ekspansi tersebut tersimpan kisah perjuangan yang menginspirasi. Ayam Geprek Najwa dirintis dari sebuah kamar kos dengan modal awal hanya Rp100 ribu.
Berbekal tekad, kerja keras, dan konsistensi, usaha itu terus berkembang hingga mampu berekspansi ke ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan. Bagi Edi, pembukaan gerai kedua bukan sekadar menambah lokasi usaha, tetapi juga menjadi bukti bahwa keterbatasan modal bukan penghalang untuk memulai bisnis.
Menurutnya, yang terpenting adalah keberanian mengambil langkah pertama, kemauan untuk terus belajar, serta menjaga kualitas produk dan pelayanan kepada pelanggan. Perjalanan Ayam Geprek Najwa menunjukkan bahwa pertumbuhan usaha tidak selalu harus diawali dengan modal besar.
“Dengan strategi yang tepat dan komitmen yang kuat, usaha yang dirintis dari skala kecil pun mampu berkembang dan menembus pasar yang lebih luas,” katanya.
Sementara itu, Ketua TDA Palopo periode 8.0 Mustakar yang akrab disapa Om Rail mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurut dia, kisah Edi menjadi bukti bahwa pengusaha daerah memiliki potensi besar untuk berkembang hingga ke luar daerah.
“Kisah Ayam Geprek Najwa membuktikan bahwa yang paling penting bukan seberapa besar modal saat memulai, tetapi seberapa besar komitmen untuk terus bertumbuh. Dari kamar kos dengan modal Rp100 ribu, kini berhasil membuka gerai kedua di Makassar. Ini menjadi inspirasi bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah yang sangat sederhana,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan Edi dapat memotivasi pelaku UMKM lain agar tidak ragu memulai usaha dari apa yang dimiliki saat ini.
“Di TDA, kami selalu percaya bahwa ketika para pengusaha saling belajar, saling menguatkan, dan saling berbagi pengalaman, maka semakin banyak usaha lokal yang akan naik kelas. Semoga semakin banyak brand asal Palopo yang mampu berekspansi ke kota-kota lain di Indonesia,” tutupnya.
Pembukaan gerai kedua Ayam Geprek Najwa menjadi kabar menggembirakan bagi ekosistem UMKM di Kota Palopo. Kehadiran brand lokal tersebut di Makassar diharapkan tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga membawa nama baik daerah serta membuktikan bahwa usaha yang lahir dari kota kecil mampu bersaing di pasar yang lebih besar.
