KMB TDA Ciamis Bedah Omzet hingga Mentalitas Harta, Dorong Anggota Naik Kelas
·waktu baca 3 menit

Ciamis - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Ciamis kembali menggelar kegiatan Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di kediaman H. Asep ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan mentalitas bisnis bagi para anggota komunitas.
H. Asep dikenal sebagai pelaku usaha ritel sayuran dan toko sembako, pemilik Bakso Aci Maleber, sekaligus pengusaha home industri kulit dengan brand Mamooth Leather Works. Kegiatan dimulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB dan diikuti anggota TDA Ciamis dari berbagai bidang usaha.
Ketua TDA Ciamis, Andi Rustaman, mengatakan agenda utama KMB kali ini adalah laporan progres bisnis anggota selama tiga bulan terakhir.
Evaluasi Omzet dan Profit Jadi Fokus KMB
Dalam sesi tersebut, setiap peserta memaparkan perkembangan usahanya, mulai dari capaian omzet hingga persentase Net Profit Margin (NPM). Forum ini menjadi wadah terbuka untuk saling belajar sekaligus mengevaluasi performa bisnis masing-masing.
“Sesi ini menjadi ruang refleksi sekaligus evaluasi terbuka, di mana anggota tidak hanya menyampaikan angka, tetapi juga tantangan yang dihadapi di lapangan,” jelas Andi Rustaman.
Ia menyebut diskusi berlangsung dinamis karena peserta tidak hanya membagikan pencapaian positif, tetapi juga mengungkap berbagai hambatan yang masih dihadapi dalam menjalankan usaha.
“Beberapa peserta membagikan capaian positif, sementara yang lain mengungkapkan hambatan yang masih dihadapi. Namun, suasana tetap kondusif, fokus pada solusi dan perbaikan ke depan,” tambahnya.
Mentor Soroti Mentalitas Harta dalam Bisnis
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh mentor yang akrab disapa Kang Irfan, owner Madani Aqiqah Tasikmalaya. Dalam sesi mentoring tersebut, ia menyoroti pentingnya membangun mentalitas yang tepat dalam mengelola harta dan bisnis.
Salah satu materi yang dibahas adalah konsep matriks mentalitas harta, yakni perbandingan antara pola pikir konvensional dengan mentalitas sahabat dalam menjalankan usaha.
Menurut Kang Irfan, banyak pelaku usaha masih terjebak pada orientasi kemewahan pribadi yang justru memicu kecemasan dan ketakutan saat menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Dorong Orientasi Bisnis yang Lebih Berkelanjutan
Melalui materi tersebut, Kang Irfan mendorong peserta untuk menggeser orientasi bisnis menuju nilai kebermanfaatan dan investasi jangka panjang, termasuk dalam perspektif akhirat.
Ia menilai pendekatan bisnis seharusnya tidak lagi bersifat individualistis, melainkan dibangun melalui ekosistem berjemaah yang saling menguatkan.
“Kalau orientasi kita hanya pada hasil dunia, biasanya kita mudah goyah. Tapi kalau kita punya tujuan yang lebih besar, cara kita melihat bisnis juga akan berbeda,” ujar Kang Irfan dalam sesi mentoring.
Ia juga mengingatkan agar setiap ilmu yang diterima tidak diserap mentah-mentah, melainkan dipahami secara bijak sesuai konteks dan tujuan pembelajaran.
“Setiap materi atau sedikit ilmu yang saya sampaikan, disikapi dengan bijak, dipahami makna dan tujuannya. Sudut pandang bisa berbeda, insyaAllah hidayah akan turun bagi kita yang mengikhtiarkannya,” tuturnya.
Forum Diskusi dan Kolaborasi Antaranggota
Materi yang disampaikan memantik diskusi lanjutan di antara peserta. Sejumlah anggota mengaitkan langsung pembahasan tersebut dengan kondisi usaha mereka, terutama saat mengambil keputusan bisnis di tengah dinamika pasar.
Selain sesi utama, kegiatan KMB juga diisi dengan tanya jawab dan sharing pengalaman antaranggota. Interaksi tersebut menjadi salah satu kekuatan forum karena peserta dapat belajar dari pengalaman nyata sesama pelaku usaha.
Menjelang akhir kegiatan, suasana tetap hangat. Meski sesi resmi telah ditutup, sejumlah peserta masih melanjutkan diskusi ringan seputar strategi bisnis hingga peluang kolaborasi.
Melalui kegiatan KMB ini, TDA Ciamis terus mendorong anggotanya agar tidak hanya bertumbuh dari sisi angka dan omzet, tetapi juga dalam pola pikir serta mentalitas bisnis. Dengan kombinasi evaluasi rutin, mentoring, dan kebersamaan, komunitas ini berupaya membangun ekosistem pengusaha yang saling menguatkan dan berkembang bersama.
