KMB TDA Jakarta Timur, Kolaborasi yang Menumbuhkan UMKM Menuju Level Baru

Jaktim – Penutupan Program Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Jakarta Timur yang digelar di D Rooftop & Garden, Cimelati, Sukabumi, pada 9–10 September 2025 bukan sekadar seremoni akhir program. Sejak Januari 2025, KMB telah menjadi wadah kolaborasi dan pembelajaran nyata bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM) anggota komunitas Tangan Di Atas (TDA).
Di bawah kepemimpinan Valiant Karada sebagai Ketua KMB Jakarta Timur dan dukungan penuh Tejasari selaku Ketua TDA Jakarta Timur, program ini membuktikan bahwa mentoring yang konsisten mampu melahirkan perubahan signifikan. KMB hadir bukan hanya untuk mendampingi UMKM bertahan, tetapi juga mendorong mereka naik kelas menuju fase scale-up bisnis.
Kegiatan ini turut dihadiri Argo Wibowo, Wakil Ketua Bidang Edukasi, yang menekankan pentingnya proses belajar berkesinambungan. Sementara itu, M Hafid selaku Wakil Ketua Bidang Eksternal membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan pihak-pihak di luar komunitas.
Menurut Valiant Karada, sinergi keduanya menciptakan keseimbangan antara penguatan internal dan ekspansi eksternal. Hal ini sejalan dengan gagasan scale-up yang dipopulerkan Verne Harnish.
“Pertumbuhan hanya bisa dicapai ketika organisasi tidak hanya memperbesar pasar, tetapi juga terus meningkatkan kapabilitas tim di dalamnya. Peran Coach Tri dan Coach Nano sebagai fasilitator menjadi fondasi yang menjaga kualitas program,” jelas Valiant.
Ia menambahkan, setiap sesi mentoring tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik yang bisa langsung diterapkan, mulai dari penyusunan laporan keuangan hingga strategi pemasaran.
“Peserta dilatih untuk mengukur, mengevaluasi, dan memperbaiki bisnisnya secara sistematis. Prinsipnya, tanpa peningkatan kapabilitas dalam tim dan sistem, pertumbuhan hanya akan melahirkan beban, bukan peluang,” bebernya.
Kesuksesan penutupan program ini juga tidak lepas dari dukungan sponsor. Steps.id (steps.co.id) yang sejak awal mendukung program, serta Seafood Gitudeh yang ikut menyemarakkan acara di Sukabumi, menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor. Menurut panitia, dukungan sponsor bukan hanya soal logistik dan finansial, tetapi juga memperlihatkan keterlibatan dunia usaha dalam membangun ekosistem UMKM.
Valiant menegaskan, dari perjalanan KMB ada pelajaran penting yang perlu diingat: UMKM harus bertumbuh dengan meningkatkan kapabilitas, bukan sekadar memperbesar ukuran usaha. Pertumbuhan sejati adalah ketika pemilik usaha, tim, sistem, dan jejaringnya berkembang bersama.
Penutupan di Sukabumi akhirnya menjadi awal dari babak baru. Dengan semangat kolaborasi, dukungan fasilitator, dan prinsip scale-up yang terinternalisasi, UMKM Jakarta Timur kini memiliki bekal lebih kuat untuk melangkah ke level pertumbuhan berikutnya.
