Konten Media Partner

Live Instagram Bareng Wali Kota Malang, Sutiaji Gabung Member TDA

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Malang, Sutiaji ngobrol santai bersama anggota TDA Kota Malang. (Foto: Reza Doa)
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Malang, Sutiaji ngobrol santai bersama anggota TDA Kota Malang. (Foto: Reza Doa)

MALANG - Komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA) daerah Malang menggelar kegiatan ngobrol santai bareng Wali Kota Malang Sutiaji melalui Live Instagram @tda_ngalam dan @sam_sutiaji. Kegiatan ini, mengusung tema Pelaku Dunia Usaha Menolak Kalah pada Wabah Corona.

Hal ini menjadi topik yang layak dibahas sebab, selama pandemi banyak pelaku usaha khususnya di Malang terdampak akibat wabah Covid-19 tak terkecuali Anggota TDA Malang. Banyak mengalami penurunan omset, hingga 80%. Bahkan ada yang sampai gulung tikar dan menutup usahanya.

Ketua TDA Malang 6.0 Sam Cakra Negara mengatakan, bahwa TDA Malang menolak kalah pada wabah corona ini. Untuk itu komunitas bisnis ini mengadakan kegiatan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang, khususnya melalui Wali Kota Malang.

"Kegiatan yang dilakukan ngobrol bareng Wali Kota Malang agar para pelaku usaha di Malang khususnya Anggota TDA Malang bisa tetap survive dan malah bisa bertumbuh bisnisnya meski wabah corona ini belum berakhir," terangnya.

Ngobrol santai memunculkan beberapa pertanyaan salah satunya terkait dengan kebijakan pemkot Malang mengenai upaya pemulihan ekonomi kreatif di Kota Malang khususnya untuk tahun 2021. Pertanyaan tersebut langsung mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang bahwa pemerintah Kota Malang sejak tahun 2020 telah melakukan refocussing APBD sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memberikan relaksasi kepada pengusaha yang terdampak pandemi di Malang.

"Hal ini kami lakukan agar pelaku usaha bisa bertahan. Sekaligus Pemkot Malang telah melakukan inventarisir dan telah mengucurkan insentif dari pemerintah pusat," terangnya.

Sutiaji menambahkan bahwa dana yang terserap sampai Rp 18,7 Milyar untuk perhotelan yang ada di Kota Malang. Hingga saat ini Pemkot Malang melalui Dinas Koperindag masih melakukan pendampingan-pendampingan pada UMKM.

LIve Instagram TDA Menolah Kalah Pada Wabah Corona.(Reza Doa).

Tak hanya itu, Sutiaji membuat gebrakan atau program Brand Lokal Malang Mbois. Program ini bertujuan mendukung usaha atau produk lokal Malang agar terus berkembang. Melalui akun instagram @sam_sutiaji mengadakan sayembara 2 usaha yang terpilih akan dibuatkan video profil usaha, dan dibantu melakukan promosi ke semua stakeholder.

Selain itu, video juga akan ditampilkan di beberapa videotron. Sehingga usaha tersebut semakin dikenal banyak orang dan bisa terus berkembang. Pandemi memaksa para pelaku usaha untuk berinovasi dan merubah strategi pemasarannya.

Sedangkan kebanyakan UMKM di Malang masih melakukan pemasaran secara konvensional. Kemudian Pemkot Malang melalui Dinas Koperindag melakukan sosialiasi agar mereka menggunakan pemasaran secara digital (online) melalui marketplace, memperbaiki packagingnya, dan meningkatkan kualitas produk.

Hal ini senada dengan kegiatan-kegiatan yang sudah dijalankan komunitas TDA. Baik di TDA pusat maupun TDA Malang. Pendampingan kepada member selalu dilakukan baik secara online maupun offline.

Seperti program TDA TV, YouTube yang berisikan materi-materi bisnis sehingga dapat ditonton dan dipelajari oleh para pelaku usaha dimana saja termasuk di Malang.

Kemudian, program TDA Malang, yaitu TDA NGIPOK (Ngopi sambil Sharing Bisnis) yang diadakan setiap 2 minggu sekali di cafe atau tempat usaha milik anggota TDA Malang dengan menjalankan program Beli TDA (beli produk milik sesama Anggota TDA).

Kegiatan offline yang dilakukan TDA Malang tetap menjalankan sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah seperti wajib memakai masker, membawa hand sanitizer, dan tetap menjaga jarak. Animo masyarakat untuk memberikan komentar terkait pelaksanaan PPKM Mikro langsung ditanggapi oleh Sutiaji.

Selain itu, dengan kegiatan ini Sutiaji telah menjadi bagian dari komunitas TDA. Sebab, Wali Kota Malang langsung melakukan pendaftaran melalui aplikasi TDA Passport.

Hal ini, sebagai bentuk dukungan Wali Kota Malang dalam mengembangkan usaha UMKM di Indonesia khususnya di Kota Malang.

Kolaborasi antara komunitas bisnis dengan pemerintah daerah diharapkan mampu membuat para pelaku usaha khususnya UMKM bisa tetap survive dan bisa terus mengembangkan usahanya meski wabah belum selesai.