Moh Hamli Owner Lembaga Kursus Bahasa Inggris Berkonsep Cafe di Yogyakarta

YOGYAKARTA - Moh. Hamli pemilik lembaga kursus Bahasa Inggris yang mengusung konsep cafe memulai usahanya sejak di bangku kuliah semester 7. Sebelumnya telah menjadi tentor salah satu lembaga kursus Bahasa Inggris, kemudian memutuskan untuk membuka sendiri.
Pengalamannya sebagai salah satu tentor di sebuah lembaga kursus Bahasa Inggris, menjadikan Hamli mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang bisa dikembangkan.
Kemudian, Hamli memberanikan diri mendirikan lembaga kursus, meskipun waktu itu tidak punya modal. Karena sebagai mahasiswa, dirinya mengandalkan kiriman orang tua, sehingga dia harus mengolah dan mengatur keuangan.
"Jadi, saya membuka kursus dengan konsep cafe karena saya hoby nongkrong di cafe, diskusi di cafe, ngerjain tugas juga di cafe, lalu saya kepikiran kenapa ngga coba belajar bahasa Inggris di cafe aja. Karena pertama dari segi tempat gratis tinggal pesan menu disitu. Kedua, akan menjadi symbiosis mutualisme antara. Karena cafe otomatis jadi ramai dan dibantu promosi dari situlah, akhirnya tercetus nama English Cafe," ujarnya.
Hamli yang juga ketua TDA Daerah Yogyakarta memutuskan untuk menekuni bisnis dibidang lembaga Bahasa Inggris lantaran pendidikan Bahasa inggris di Indonesia hanya mengajarkan grammar tidak pernah speaking. Padahal bahasa itu pasti bicara. Oleh sebab itu, English Cafe fokus pada bagaimana masyarakat Indonesia bisa berbicara bahasa Inggris, bahasa inggris adalah bahasa internasional.
"Jadi, kalau Indonesia ingin punya peran penting di kancah dunia, maka mau tidak mau harus menguasai bahasa inggris secara skill bahasa, kita ketinggalan dari negara tetangga, seperti Singapura, Filipina bahkan Malaysia," imbuhnya.
Dia menyebutkan, sebelumnya pernah menjalankan bisnis mulai dari ternak lele, ternak ayam, sewa PS tetapi semuanya gagal. Dia menyadari jika bisnis yang dijalankan sebelumnya bukan passionya, sebab dia memiliki passion di bidang pendidikan.
" Orang tua juga sangat concern kalau bicara pendidikan anak makanya sekarang usaha saya banyak berfokus di pendidikan, mulai dari English Cafe, Muni School (sekolah public speaking), Forum Founder( sekolah bisnis), hingga Jam Belajar (platform pendidikan). Target kami membantu banyak pihak dalam membantu belajar bahasa Inggris. Kami ingin setiap pelajar di Indonesia bisa bicara bahasa Inggris. Minimal daily activities," ungkapnya.
Kepada pembaca, Hamli berpesan bisnis itu harus dimulai untuk perbaikan bisa sambil jalan. Sebab, menurutnya jika menunggu sempurna tidak akan pernah mulai.
Sementara bergabung dengan komunitas TDA sejak tahun 2013. banyak manfaat yang diperoleh di antaranya mendapatkan networking, knowledge dan mentor bisnis serta jaringan di seluruh Indonesia.
