Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Bahas Tantangan Bisnis dan Kolaborasi Pengusaha

Surabaya - Menjalankan bisnis pada 2026 tidak semakin sederhana. Perubahan perilaku konsumen, tekanan biaya, kompetisi yang semakin terbuka, kebutuhan pembukuan dan legalitas yang lebih baik, hingga transformasi administrasi perpajakan membuat pengusaha dituntut semakin adaptif.
Dalam kondisi tersebut, Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menyerukan satu pesan kepada para pengurusnya di seluruh Indonesia: pengusaha tidak seharusnya menghadapi perubahan sendirian. Saatnya merapatkan barisan.
Pesan tersebut akan menjadi semangat dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) TDA 9.0 yang digelar pada 13–15 Oktober 2026 di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya. Sekitar 500 pengurus dari 29 wilayah dan 119 daerah akan berkumpul untuk menyatukan arah, memperkuat bisnis anggota, serta membangun kolaborasi antara pengusaha dan ekosistem usaha.
Data ekonomi menunjukkan situasi yang menarik. Ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 masih mampu tumbuh 5,29 persen secara tahunan. Namun, pada September 2026 inflasi tercatat 3,28 persen secara tahunan, sementara harga produsen pada triwulan II juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa di balik pertumbuhan ekonomi, dunia usaha tetap harus menghadapi perubahan harga, biaya, perilaku pasar, dan daya beli yang tidak selalu dirasakan secara merata oleh setiap sektor.
Perubahan juga terjadi dalam administrasi usaha. Mulai 1 Oktober 2026, DJP memberlakukan mekanisme baru pembetulan SPT melalui Coretax berdasarkan PER-12/PJ/2026. Bagi pelaku usaha, perkembangan seperti ini menjadi pengingat bahwa kemampuan menjual saja tidak cukup.
Pengusaha juga membutuhkan pembukuan yang sehat, administrasi yang tertib, legalitas, pengelolaan keuangan, dan kemampuan mengikuti perubahan regulasi.
Presiden TDA 9.0, Ferdian Brilian, mengatakan perubahan lingkungan bisnis justru menjadi alasan pengusaha membutuhkan komunitas yang lebih kuat.
“Ketika pasar berubah, biaya berubah, teknologi berubah, dan regulasi juga terus berkembang, pengusaha tidak punya kemewahan untuk berhenti belajar. Kita membutuhkan tempat untuk bertukar pengalaman, membuka akses, membangun kolaborasi, dan mencari solusi bersama. Di situlah kekuatan sebuah komunitas diuji.”
Menurut Ferdian, Mukernas tidak dimaksudkan sekadar sebagai rapat organisasi, melainkan sebagai ruang konsolidasi kekuatan pengusaha TDA dari berbagai daerah.
“Kalau tantangannya datang bersama-sama, jawabannya juga tidak bisa sendiri-sendiri. Kita harus merapatkan barisan.”
Mukernas TDA 9.0 mengusung tema “Memperluas Dampak Wirausaha bagi Ekonomi Nasional melalui Penguatan Bisnis dan Kemitraan Usaha Berbasis Teknologi.” Tema tersebut diterjemahkan ke dalam penguatan kapasitas usaha, tata kelola, pembukuan, legalitas, efisiensi biaya, kesiapan permodalan, akses pasar, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi.
Semangat tersebut sekaligus merefleksikan lima nilai yang selama ini menjadi fondasi TDA: Silaturahim, Integritas, Berpikiran Terbuka, Orientasi pada Tindakan, dan Keseimbangan dalam Hidup.
Silaturahim berarti pengusaha saling mendukung dan bersinergi. Integritas menuntut usaha dikelola dengan jujur, transparan, amanah, dan bertanggung jawab. Berpikiran terbuka berarti terus belajar menghadapi perubahan. Sedangkan orientasi pada tindakan menegaskan bahwa setelah berdiskusi, pengusaha harus bergerak dan menghadirkan solusi.
Karena itu, Mukernas 9.0 membawa pesan lebih besar daripada sekadar menyusun agenda kerja.
Forum ini menjadi kesempatan bagi para pengurus untuk membawa persoalan nyata dari daerah masing-masing: apa yang sedang dihadapi anggota, sektor apa yang tertekan, pasar mana yang sedang terbuka, akses apa yang dibutuhkan, hingga kolaborasi apa yang dapat dibangun lintas daerah.
Dari Surabaya, pengalaman tersebut diharapkan bertemu menjadi sebuah kekuatan kolektif.
Bukan untuk mengeluhkan keadaan, tetapi untuk menentukan tindakan.
Bukan untuk menghadapi perubahan dengan ketakutan, tetapi dengan pengetahuan, jejaring, integritas, dan kolaborasi.
Dan bukan sekadar untuk bertahan, tetapi agar pengusaha TDA tumbuh semakin tangguh dan mampu memberi dampak lebih besar bagi perekonomian Indonesia.
Pendaftaran Mukernas TDA 9.0 dijadwalkan ditutup pada 10 Oktober 2026 melalui TDA Passport.
Saat keadaan berubah, jangan berjalan sendiri.
Mari merapatkan barisan. Sampai bertemu di Mukernas TDA 9.0, Surabaya.
Let’s 9.0 Together.
