Konten Media Partner

Mustofa Romdloni, Presiden TDA 4.0 Memulai Bisnis dengan Kegagalan

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mustofa Romdloni di gudang salah satu perusahaannya.(dok/pribadi).
zoom-in-whitePerbesar
Mustofa Romdloni di gudang salah satu perusahaannya.(dok/pribadi).

BEKASI - Mustofa Romdloni salah satu pengusaha yang juga pernah menjabat sebagai Presiden TDA 4.0, mulai menekuni bisnis sejak tahun 2001.

Setelah lulus dari Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Mustofa mulai bekerja dan membuka bisnis dengan menggunakan modal yang minim.

Dia menceritakan bahwa awal tahun 2001 mulai membuka usaha sederhana yaitu usaha les privat. Tetapi bisnis itu tidak lama dijalankan, lantaran beberapa bulan tidak memiliki murid. Tak berhenti sampai disini, dia terus menjalankan bisnis dengan menjadi distributor multi level marketing (MLM) yang menjual produk perawatan tubuh dan kesehatan.

"Jadi, setelah les privat saya tutup lalu ikut bisnis distributor MLM . Tapi gagal, karena anggota grup dari sekitar 100 orang, rontok semua. Justru terbelit hutang 6 kartu kredit,'' katanya.

Akhirnya Mustofa mencoba usaha lain. Seperti ekspedisi, pengiriman barang, perdagangan sampah pabrik, jualan jaket kulit, sandal jepit, speaker aktif, hingga menjual ayam bakar," terangnya.

Bisnis yang dijalani sejak tahun 2001-2008 masih berada di skala mikro kecil. Hingga akhirnya tahun 2009 dia nekat mendirikan sebuah PT bidang distributor melayani pelanggan korporasi.

Bisnis ini selaras dengan keahliannya. Pada tahun 2009 mulai mendirikan PT. Zenith Material Solution, bergerak di bidang konsultan dan perdagangan bahan kimia, dan bahan baku polimer untuk industri.

Kemudian bisnis yang dijalani mulai mengalami peningkatan. Lalu tahun 2010, membuka PT. ABC Plastindo berupa manufaktur yang memproduksi biji plastik, sebagai bahan baku industri otomotif, elektronik, kabel, alat rumah tangga, mainan dan lain sebagainya.

Sementara itu, tahun 2015, mulai memasuki bidang properti dan brand MR Corp mulai di munculkan. BIP Land dan MR Land adalah perusahaan yang fokus membangun hunian ekonomis, berada di lokasi strategis, dan hingga saat ini masih berfokus di salah satu area paling produktif di Karawang.

"Sejak 2015 MR Corp terus berekspansi di beragam sektor. Sehingga portofolio perusahaan meliputi sektor manufaktur, perdagangan kimia dan bahan baku polimer, pengembang properti, IT dan lain sebagainya," ujarnya.

Bisnis yang dijalani tidak semulus seperti sekarang, dia telah merasakan jatuh bangun dalam membangun dan mempertahankan bisnisnya. Mustofa menyebutkan bahwa dirinya pernah mengalami banyak hutang melalui KTA dan Kartu Kredit untuk membantu rintisan usahanya.

Namun, dengan kerja keras dan yakin terhadap rizki yang telah diatur Allah, justru saat ini dia telah memiliki rekening dengan milyaran rupiah dan tidak ada lagi tagihan. Kerja keras yang telah dijalani sejak awal telah membuahkan hasil.

Rencananya, untuk mengembangkan bisnisnya dia akan fokus bertumbuh pada perusahaan yang ada, hingga mengalami peningkatan. Dia berpesan untuk memiliki mimpi besar dengan memulai usaha sederhana sesuai dengan kemampuan.

"Bermimpilah besar, mulai usaha dari sederhana yang kita bisa, seiring kemampuan kita yang meningkat dalam membangun usaha, maka insyaAllah usaha akan menjadi besar mengikuti mimpi kita," pesannya.

Mustofa mulai bergabung dengan komunitas TDA sejak tahun 2013. Banyak manfaat yang diperoleh. Salah satunya menemukan lingkungan positif dan tempat untuk belajar juga berbagi.

"Alhamdulillah bukan hanya memperoleh ilmu, wawasan teman dan jaringan mitra, tapi juga persaudaraan seperti keluarga dari seluruh Indonesia," pungkasnya.