NGIPOK TDA Malang Kupas Tuntas Realita Operasional Bisnis F&B

Malang – Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Malang kembali menggelar agenda rutin NGIPOK (Ngobrol Inspiratif Pelaku Usaha) Spesial Januari pada Jumat (30/01/2026) di Warkop Abadi Nan Jaya, Kota Malang.
Mengusung tema Jangan Berharap Sukses Kalau Operasionalmu Belum Beres – Realita Operasional Bisnis F&B, kegiatan ini diikuti oleh 69 peserta yang terdiri dari 59 member TDA dan 10 peserta umum. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara hingga sesi diskusi berlangsung.
Kegiatan NGIPOK ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, tetapi juga sarana memperkuat jejaring antar pelaku usaha, khususnya di sektor Food & Beverage (F&B) yang dikenal dinamis dan penuh tantangan operasional.
Fokus Penguatan Operasional Bisnis F&B
Dalam kegiatan ini, TDA Malang menghadirkan dua narasumber praktisi F&B, yakni Ivan Angga, Owner Soto Ayam Cak Son, Warung Bahagia, serta Moon Donut & Coffee, dan Sholahuddin Yazid, Owner Bubur Bang Udin serta Mie Bangka Ahsan.
Keduanya membedah realita di lapangan terkait operasional bisnis F&B, mulai dari pengelolaan tim, sistem kerja, hingga rantai pasok yang kerap menjadi titik krusial keberlangsungan usaha.
Operasional dan Manajemen Tim Jadi Fondasi Utama
Pada sesi pemaparan, Sholahuddin Yazid menegaskan bahwa keberhasilan bisnis F&B tidak semata ditentukan oleh kualitas rasa maupun kekuatan pemasaran. Menurutnya, fondasi utama justru terletak pada sistem operasional dan manajemen tim yang tertata.
Ia menyoroti banyaknya bisnis yang tumbuh cepat namun tidak bertahan lama karena SOP tidak rapi, pembagian tugas yang belum jelas, serta owner yang belum mampu membangun sistem kerja yang solid.
“Operasional adalah fondasi. Kalau tim tidak ter-manage dengan baik, sekuat apa pun branding dan promo, bisnis tetap akan goyah,” ujarnya.
Supply Chain Menentukan Stabilitas Bisnis
Sementara itu, Ivan Angga membagikan pengalamannya terkait pentingnya pengelolaan supply chain dalam menjaga kestabilan bisnis F&B. Ia menjelaskan bahwa kontrol bahan baku, relasi dengan supplier, serta efisiensi distribusi sangat berpengaruh terhadap konsistensi rasa dan margin keuntungan.
Menurut Ivan, gangguan kecil dalam rantai pasok dapat berdampak langsung pada operasional harian dan performa bisnis secara keseluruhan.
“Supply chain itu urat nadi. Kalau bahan baku tidak stabil, harga naik turun tanpa kontrol, atau stok sering kosong, operasional pasti terganggu,” jelasnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, mulai dari standar penggajian karyawan, strategi menghadapi penurunan omzet saat musim libur mahasiswa, cara menentukan nama usaha yang kuat secara branding, hingga tips membuka cabang baru secara aman dan terukur.
Pembahasan juga menekankan pentingnya kesiapan sistem sebelum ekspansi, termasuk SDM, SOP, dan kontrol keuangan agar ekspansi tidak membebani arus kas bisnis utama.
Melalui NGIPOK Spesial Januari ini, TDA Malang kembali menegaskan perannya sebagai komunitas entrepreneur yang tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga penguatan fondasi bisnis yang berkelanjutan.
Acara ditutup dengan sesi networking antar peserta yang membuka peluang kolaborasi dan sinergi antar pelaku usaha di Malang dan sekitarnya.
