Konten Media Partner

Nurul Umama Ingin Capres TDA 7.0 Dongkrak Sinergitas

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nurul Umama. Foto: dok
zoom-in-whitePerbesar
Nurul Umama. Foto: dok

PANDEGLANG - Bagi Nurul Umama, komunitas Tangan Di Atas (TDA) bukan sekedar sekelompok pengusaha. Melainkan sudah selayaknya rumah, tempat tumbuh bersama, mencari ilmu, dan menemukan saudara baru.

Bergabung dengan TDA sejak tahun 2013, Nurul melihat perkembangan TDA yang semakin maju dan bermanfaat. Khususnya di masa pandemi ini.

"Karena kondisi pandemi ini kan posisinya bisnis orang itu survive ya, bukan lagi grow up dan TDA mampu mengalihkan apa yang selama ini didapatkan secara offline menjadi online. Dengan adanya seribu konten TDA TV di bawah kepemimpinan 6.0 ini luar biasa. Akhirnya kita bisa mendapatkan pelajaran tanpa kumpul-kumpul," pujinya.

Saat ini, pemilik bisnis Home Decor Orlin Indonesia ini, mendapat amanah sebagai Ketua wilayah Banten periode tahun 2019-2021 di kepengurusan 6.0. Sebelumnya, dia pernah didapuk menjadi Ketua TDA Serang selama 1,5 periode di tahun 2016-2018. Kemudian berlanjut menjadi Ketua TDA Pandeglang selama 0,5 periode pada tahun 2018.

Tak sampai disitu, kepercayaan terus diberikan hingga Nurul dicalonkan sebagai salah satu kandidat Calon Presiden (Capres) TDA 7.0.

Perempuan asli Malang yang kini berdomisili di Pandeglang, Banten ini mengaku, siap membawa TDA menjadi lebih baik dengan kembali mengangkat kolaborasi sebagai fokus utamanya.

"Tema kolaborasi saat ini perlu makin dibumingkan lagi. Artinya, harus benar-benar dimanfaatkan. Jadi diperlukan semacam kolaborasi antara bisnis besar dan kecil yang kuat untuk mengikis kesenjangan antar TDA daerah," jelasnya.

Salah satu caranya, lanjut Nurul, ialah lewat kaderisasi. Dia berharap, siapapun yang akan memegang amanah di kepengurusan 7.0, dapat mengoptimalkan SDM TDA yang ada di seluruh daerah.

"Kedua, kurikulum pembelajaran. Kita ada KMB (Kelompok Mentoring Bisnis) yang perlu dimaksimalkan lagi pelaksanaannya. Sehingga harapannya, kita punya standarisasi step-step (langkah-langkah) pembelajaran untuk para pebisnis yang inovatif," tambahnya.

Ke depan, dia berharap agar kepengurusan 7.0 nanti mampu menjadi motor penggerak TDA daerah untuk bisa lebih aktif lagi dan makin menghidupkan dunia bisnis Indonesia.

"Karena masih banyak TDA yang sudah didirikan tetapi kegiatannya masih ada yang vakum. Nah, TDA ini harus punya manajemen yang lebih bagus supaya mampu menjadi motor penggerak untuk daerah-daerah yang sudah ada maupun yang akan terbentuk agar dapat tumbuh bersama," pungkasnya.