Konten Media Partner

Panitia Seleksi Calon Presiden TDA 9.0 Saring 39 Nama

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Presiden Baru Akan Ditetapkan Lewat Musyawarah

Ketua Panitia Seleksi Capres TDA 9.0, Eko Desriyanto. foto/dok.TDA
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Panitia Seleksi Capres TDA 9.0, Eko Desriyanto. foto/dok.TDA

Jakarta - Proses penjaringan Calon Presiden Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas atau Capres TDA 9.0 terus berjalan. Panitia Seleksi Capres TDA 9.0 mencatat sebanyak 39 nama usulan masuk dari daerah dan wilayah sebagai bagian dari tahapan regenerasi kepemimpinan Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas.

Penjaringan Capres TDA 9.0 menjadi agenda penting menjelang pergantian kepemimpinan organisasi. Proses dilakukan bertahap, mulai dari pengusulan nama calon oleh daerah dan wilayah, pengumpulan CV serta profil bisnis, pengumpulan rencana program kerja, pendalaman kandidat, hingga penyampaian laporan hasil penjaringan kepada Majelis Wali Amanah (MWA).

Tahapan Penjaringan Capres TDA 9.0 Berjalan Bertahap

Ketua Panitia Seleksi Capres TDA 9.0, Eko Desriyanto, mengatakan proses penjaringan dilakukan untuk memastikan figur yang muncul memiliki kesiapan, rekam jejak kontribusi, dan kapasitas kepemimpinan untuk membawa TDA ke fase berikutnya.

“Panitia Seleksi menjalankan proses ini dengan prinsip kehati-hatian, keterbukaan, dan tanggung jawab. Dari 39 nama yang diusulkan daerah dan wilayah, kami melakukan tahapan komunikasi, pendalaman, serta pengumpulan dokumen agar MWA mendapatkan bahan pertimbangan yang utuh dalam menentukan Presiden TDA 9.0,” ujar Eko Desriyanto.

Dari 39 nama yang masuk, Panitia Seleksi kemudian menghubungi 20 calon untuk menanyakan kesediaan mengikuti tahapan selanjutnya. Tahap ini menjadi penyaringan awal untuk melihat kesiapan kandidat sebelum diminta mengirimkan CV, profil bisnis, dan rencana program kerja.

Enam Kandidat Masuk Tahap Pengumpulan CV

Berdasarkan laporan Panitia Seleksi, terdapat enam kandidat yang diminta mengirimkan CV, yakni Muh. Fitriady, Dwi Djunianto, Dedy Syandera, Ferdian, Lutfiel Hakim, dan Harlan Purwanto.

Dari tahapan tersebut, kandidat yang telah mengirimkan CV sekaligus melanjutkan pengiriman rencana program kerja adalah Muh. Fitriady dan Dwi Djunianto.

Panitia Seleksi juga melakukan pendalaman kandidat melalui kuesioner kepada daerah, wilayah, senior, serta Presiden dan Wakil Presiden TDA apabila kandidat merupakan bagian dari Board of Director TDA 8.0. Pendalaman tersebut mencakup aspek pribadi, kontribusi di komunitas, hingga profil bisnis kandidat.

Regenerasi Kepemimpinan Jadi Momentum Penguatan TDA

Eko yang juga menjabat sebagai Presiden TDA 8.0 menegaskan bahwa proses penjaringan Capres TDA 9.0 bukan hanya mencari sosok pemimpin baru, tetapi juga menjaga kesinambungan gerakan TDA sebagai komunitas pengusaha yang terus berkembang.

“TDA membutuhkan pemimpin yang bukan hanya siap secara gagasan, tetapi juga siap secara pengabdian. Regenerasi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi TDA bagi para member, daerah, wilayah, dan ekosistem pengusaha Indonesia,” kata Eko.

Hasil penjaringan Panitia Seleksi nantinya akan disampaikan kepada MWA sebagai bahan pertimbangan untuk mendalami dan menentukan Presiden TDA 9.0.

Presiden TDA 9.0 Akan Ditetapkan Lewat Musyawarah

Setelah proses pendalaman selesai, tahapan berikutnya akan berlanjut ke Musyawarah MWA yang dijadwalkan berlangsung pada 25-26 Mei 2026.

Tahapan berikutnya adalah Musyawarah Anggota yang diperkirakan berlangsung pada 28–30 Mei 2026. Forum ini menjadi ruang persetujuan atas penetapan Presiden TDA 9.0 yang telah dipilih MWA.

Adapun serah terima amanah kepemimpinan TDA 9.0 dijadwalkan berlangsung pada puncak Pesta Wirausaha Nasional atau PWN 2 Dekade TDA, tepatnya pada 21 Juni 2026 di panggung utama JICC.

Dengan tahapan yang berjalan tersebut, proses penjaringan Capres TDA 9.0 menjadi momentum penting bagi TDA untuk menyiapkan arah kepemimpinan baru.

Figur Presiden TDA 9.0 nantinya diharapkan mampu menjaga kesinambungan organisasi, memperkuat kolaborasi antarwilayah, serta membawa TDA semakin relevan bagi pengusaha Indonesia.