Bisnis
·
21 Januari 2021 18:51

Pensiun Dini dan Jadi Pengusaha Kuliner, Kini Rini Raup Puluhan Juta per Bulan

Konten ini diproduksi oleh TDA
Pensiun Dini dan Jadi Pengusaha Kuliner, Kini Rini Raup Puluhan Juta per Bulan (26759)
Rini dan keluarga. Foto: dok
JAYAPURA - Tak disangka, keputusan untuk pensiun dini dari salah satu bank, menjadi pilihan yang tepat bagi Rini Eko Setiani. Pasalnya, perempuan yang berasal dari Jayapura ini, sukses merintis usaha toko oleh-oleh Ririens Food yang terletak di Jalan Pasifik Indah III No 67 Pasir Dua, Jayapura, Papua.
ADVERTISEMENT
Rini menceritakan, usahanya dimulai dari membuka catering pada bulan Mei 2016, pasca mengajukan pensiun dini.
"Dulu saya hanya mengerjakan catering rumahan untuk makan siang pegawai. Waktu itu saya kerjakan berdua bareng adek ipar," terang ibu 3 orang anak ini.
Pensiun Dini dan Jadi Pengusaha Kuliner, Kini Rini Raup Puluhan Juta per Bulan (26760)
Ririens Food. Foto: dok
Namun, semakin lama usaha cateringnya mengalami perkembangan. Hingga akhirnya, dia menambah jenis aneka oleh-oleh khas Jayapura yang berbahan dasar sagu.
"Saya pilih sagu karena Jayapura sendiri sagunya itu banyak sekali. Saya olah menjadi beberapa produk seperti brownis sagu kukus, brownis sagu panggang, dan beberapa kue basah lainya," terangnya.
Tidak berhenti sampai disini, Rini berusaha untuk terus melakukan inovasi. Akhirnya, dia mengeluarkan produk baru yaitu mochi dan nastar yang menjadi best seller di tokonya.
Pensiun Dini dan Jadi Pengusaha Kuliner, Kini Rini Raup Puluhan Juta per Bulan (26761)
Ririens Food. Foto: dok
"Kalau bisnis kuliner itu harus punya banyak inovasi ya. Akhirnya saya tambah produk mochi dan nastar yang bisa dinikmati anak muda. Selain itu, juga ada kue coklat, kue pandan, dan kue keju," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Harga yang ditawarkan untuk masing masing produk cukup bervariasi. Brownis kukus dibandrol mulai harga Rp 40-50 ribu, brownis panggang Rp 55-60 ribu, sedangkan mochi dan beberapa kue lain seharga Rp 40 ribu.
Rupanya, usaha miliknya telah mengikuti beberapa kali pameran nasional mewakili Papua. "Pemerintah sangat mendukung dengan usaha saya dan produk saya pernah dibawa ke Jakarta dalam rangka Pekan Sagu Nasional," tuturnya.
Setiap hari, Rini memproduksi 10 kg olahan sagu, dengan dibantu 5 karyawan. Setiap bulan, dia mampu meraup keuntungan puluhan juta per bulan.
Meski telah sukses dalam menjalankan usaha, Rini juga aktif dalam komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA) yang diikuti sejak tahun 2018. Sejak bergabung menjadi bagian TDA wilayah Jayapura, Rini mengaku banyak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan.
ADVERTISEMENT
"Saya senang ikut dalam komunitas yang sangat positif ini. Banyak banget manfaat yang saya dapat. Antara lain menambah teman, nambah saudara, pastinya nambah jejaring," katanya.