Perkuat Jejaring UMKM, TDA Jaktim Kunjungi Soto Lamongan Sekarwojo di Pulogebang
·waktu baca 2 menit

Jakarta Timur – Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Jakarta Timur terus berkomitmen mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya melalui kegiatan kunjungan bisnis ke warung kuliner Soto Lamongan Sekarwojo yang berlokasi di Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (12/6/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 14 member TDA Jaktim dan menjadi ajang silaturahmi, berbagi pengalaman, serta memperkuat kolaborasi antar pelaku UMKM, khususnya di bidang kuliner.
“Kami dari TDA rutin melakukan kunjungan bisnis sebagai ruang belajar bersama. Kali ini, kami berfokus pada sektor kuliner untuk berbagi strategi dan pengalaman. Kami ingin terus mendorong UMKM agar terus berinovasi, menjaga kualitas produk, dan memperkuat jejaring antar pengusaha,” ujar Rasfiza, Markom TDA Jaktim.
Ia menambahkan, kunci keberlangsungan usaha di era sekarang tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga kemampuan adaptasi, belajar, dan saling mendukung antarpelaku usaha.
“Jangan berjalan sendiri. Bergabunglah dengan komunitas wirausaha seperti TDA agar bisa saling menguatkan. Semangat kolaborasi inilah yang menciptakan ekosistem UMKM yang sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Cerita di Balik Soto Lamongan Sekarwojo
Dalam kunjungan tersebut, owner Soto Lamongan Sekarwojo, Ryant, turut berbagi kisah perjalanan bisnisnya. Usaha ini berawal dari komunitas perantauan asal Jawa bernama Sekarwojo (Sedulur Keluarga Wong Jowo) yang telah aktif sejak 2017. Setelah tujuh tahun menjadi wadah kekeluargaan dan sosial, komunitas ini bertransformasi menjadi entitas bisnis nyata.
“Kami ingin mewujudkan semangat kebersamaan dalam bentuk usaha yang produktif. Maka lahirlah Soto Lamongan Sekarwojo, dikelola langsung oleh anggota komunitas,” ungkap Ryant.
Usaha kuliner ini mengusung konsep sederhana namun mengakar kuat pada nilai kebersamaan, gotong royong, dan kualitas rasa. Beberapa keunikan yang ditawarkan antara lain: koya bisa diambil sepuasnya, gratis tambah nasi, dan kuah panas tanpa biaya tambahan.
Ryant pun berpesan kepada pelaku UMKM kuliner untuk tidak mudah menyerah.
“Memulai usaha memang penuh tantangan. Tapi dengan konsistensi, kolaborasi, dan keberanian untuk mencoba, peluang akan selalu terbuka. Jangan ragu memulai dari kecil, karena usaha besar lahir dari langkah pertama yang penuh tekad,” tandasnya.
