Perkuat Pondasi Bisnis TDA Solo Raya Gelar Even Seminar Bisnis Super Team Day

SOLO - Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Solo Raya menggelar Seminar Bisnis Super Team Day, di Hotel Horizon Aziza Solo, Sabtu (18/9/2021.
Even itu perlu dilakukan guna membangun tim yang solid menjadi satu di antara empat pondasi membangun bisnis. Di antaranya selain dari sisi finansial, sales dan marketing serta operasional perusahaan.
Seminar ini menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Trio Rachacha Grup, yang terdiri dari Labib, Mudaza dan Fendi. Ketiganya berkolaborasi membuat usaha Rachacha yang bergerak di bidang minuman kekinian menjalankan usahanya sejak tahun 2018.
Ketiganya merupakan pengusaha muda yang mulai usaha rata-rata di usia sebelum 30 tahun. Ketua Umum TDA Solo Raya, Ali Effendi mengatakan, bahwa kegiatan ini perlu dilakukan lantaran mengingat pentingnya 4 pondasi bisnis tersebut bagi pelaku UMKM.
"Empat hal inilah pondasi yang harus dimiliki sebuah bisnis untuk bisa menuju ke next level jika ke empat pondasi ini bisa diperkuat pelaku usaha, maka bisnis tersebut bisa ditingkatkan levelnya," ujarnya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta pelaku usaha di Solo Raya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dia menyebutkan dengan adanya seminar dapat memberi input bagi para pelaku usaha agar dapat membangun pondasi pertama dari bisnisnya dengan cara membangun super tim dan loyal dengan bisnis.
"Jadi, penting bagi pelaku usaha untuk memperkuat 4 pondasi ini. Dengan tim yang kuat, maka jalannya organisasi bisa berjalan dengan baik," bebernya.
Pemateri utama dalam event kali ini, Alfan Robbani menegaskan pentingnya membentuk tim dalam menjalankan bisnis. Sebab, dengan adanya tim minimal pelaku usaha tidak bekerja sendirian dalam menjalankan usaha.
"Yang penting berani dulu membentuk tim, jangan takut hire orang. Setelah membentuk tim, pelaku usaha tinggal membentuk ekosistem perusahaan dan culture perusahaan yang baik. Pemilik usaha juga harus bisa percaya dengan anggota timnya, dan harus bisa mendelegasikan tugas. Sebab, dalam menjalankan bisnis, tidak bisa jika hanya dikerjakan satu orang," jelasnya.
Oleh sebab itu, lanjut Alfan Robbani, jika orang-orang yang ada dalam tim harus beragam dan bisa saling melengkapi. Timnya harus beragam, jangan konseptor semua, nanti bisa-bisa hanya bikin konsep-konsep saja tapi tidak ada yang eksekusi juga tidak jalan.
''Jika dalam praktiknya terjadi konflik atau permasalahan di dalam tim merupakan hal biasa. Justru dengan adanya konflik tersebut bisa membuat tim jadi makin solid. Tim yang pernah melewati krisis di dalam menjalankan usaha, akan lebih solid jika sudah berhasil melewati masa krisis tersebut," katanya.
Sementara itu, salah satu pendiri Rachacha Group, Labieb menceritakan jika awalnya memutuskan berkolaborasi dalam berbisnis karena menyadari bahwa tidak bisa menjalankan segala sesuatunya dalam bisnis sendiri. Akhirnya, dia mengajak dua temannya di Komunitas TDA, Fendi dan Mudaza untuk berkolaborasi.
"Karena setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, kalau bisa dikolaborasikan pasti bisa lebih baik,"ujarnya.
Menurutnya, untuk membangun super tim yang loyal dan mau menjalankan bisnis dengan maksimal, pihaknya menekankan pada membangun budaya kerja yang baik di usahanya. Dia berupaya membangun tim layaknya saudara dan keluarga, sehingga tumbuh rasa ownership, rasa memiliki usaha yang dijalankan.
"Bagi saya tim yang solid adalah investasi yang besar dalam sebuah bisnis. Untuk membangun tim, saya mengajak untuk membangun usaha bersama-sama makanya kami tidak masalah memberangkatkan anggota tim kami untuk ikut workshop bisnis yang biayanya sebenernya tidak murah, tidak apa-apa karena tim adalah investasi yang penting,"ucapnya.
Selanjutnya, Khoyrul Fauzan membahas tentang membentuk mindset yang tepat dalam membangun Super team. Menurutnya, membangun super team harus dimulai dari pemilik usaha yang harus mempunyai mindset leadership yang bagus terlebih dahulu.
"Jika ownernya beres, maka bisnisnya beres. Jika bisnisnya beres, maka customernya juga beres. Makanya semua bermuara ke bisnis ownernya, jika terjadi permasalahan dalam menjalankan bisnis, pemilik usaha tidak bisa serta merta menyalahkan dari pihak eksternal perusahaan," bebernya.
Menurut dia, jika terjadi masalah dalam bisnis, artinya kesalahan ada pada bisnis ownernya, dan itu harus disadari pelaku usaha. Jika pemilik usaha menyadari kesalahannya, dia bisa berupaya untuk memperbaiki kesalahan.
Event ini merupakan event pertama dari rencana rangkaian 4 event seminar bisnis, dalam seri 4 Pilar Series dari TDA Soloraya. Dengan adanya seminar ini dapat menjadi landasan bagi pelaku usaha UMKM di Kota Solo dalam menjalankan bisnis agar keluar dari zona UMKM.
