Pesta Wirausaha Palopo 2026 Digelar April, Targetkan 1.200 Peserta
·waktu baca 3 menit

Palopo - Pesta Wirausaha Palopo (PWP) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24-26 April 2026 di Saodenrae Convention Center (SCC), Kota Palopo. Ajang kewirausahaan ini menargetkan kehadiran 1.200 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, wirausahawan, komunitas bisnis, hingga kalangan profesional dari Kota Palopo dan wilayah Luwu Raya.
PWP 2026 dirancang sebagai ruang pembelajaran dan kolaborasi bagi pelaku usaha untuk memperkuat kapasitas bisnis, baik dari sisi pengetahuan teknis maupun pengembangan kepemimpinan dan pola pikir wirausaha. Dengan skala yang lebih besar, kegiatan ini diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekosistem bisnis lokal.
Pembicara Nasional dan Internasional Siap Berbagi Pengalaman
PWP 2026 menghadirkan puluhan pembicara dari kalangan founder, CEO, dan praktisi bisnis tingkat nasional hingga internasional. Sejumlah nama yang telah dijadwalkan hadir antara lain Eko Desriyanto, Presiden Komunitas Pengusaha Tangan DiAtas (TDA) sekaligus CEO PT Idea Tbk; Deryansha, Founder Kasir Solusi (Kasisolusi); serta Nazril Nash Idrus, CEO Precession Capital Berhad, Malaysia.
Selain itu, sejumlah founder dan CEO dari berbagai brand nasional juga dijadwalkan mengisi rangkaian acara. Kehadiran para pembicara ini diharapkan mampu memberikan perspektif praktis dan inspiratif bagi peserta dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Rangkaian Acara Fokus Penguatan Mindset dan Kepemimpinan
Beragam agenda telah disiapkan dalam PWP 2026, mulai dari kelas bisnis, kelas teknis, leadership talk, entrepreneur talk, womenpreneur talk, hingga panggung inspirasi. Panitia juga menyiapkan program pendukung seperti fieldtrip culture serta sesi interaktif untuk memperkuat jejaring antar pelaku usaha.
Direktur Pesta Wirausaha Palopo, Wahyuddin Kahar atau yang akrab disapa Om Juju, menegaskan bahwa PWP merupakan inisiatif dari Kota Palopo untuk mendorong peningkatan kualitas wirausaha lokal, khususnya dari sisi pola pikir dan kepemimpinan bisnis.
“Pesta Wirausaha Palopo dibuat di Kota Palopo dengan harapan mampu meng-scale up mindset wirausaha dan pelaku UMKM, tidak hanya di Palopo tetapi juga di seluruh Luwu Raya. Kami meyakini bahwa keberhasilan sebuah bisnis sangat ditentukan oleh mindset owner atau foundernya,” ujarnya.
Investasi Kapasitas Diri untuk Keberlanjutan Usaha
Menurutnya, banyak pelaku UMKM yang sebenarnya telah memiliki produk dan pasar, namun mengalami stagnan karena belum didukung cara berpikir strategis, sistem bisnis yang kuat, serta kepemimpinan usaha yang berorientasi jangka panjang. Terkait harga tiket yang dibanderol hingga Rp800 ribu, panitia menilai nilai tersebut sebanding dengan kualitas materi dan pembicara yang dihadirkan.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan memperoleh akses ke berbagai kelas dan sesi pembelajaran langsung dari para pelaku bisnis yang telah berkiprah di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus kesempatan memperluas jejaring usaha. Dalam konteks pengembangan kewirausahaan, investasi pada peningkatan kapasitas diri dan pola pikir dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis.
Oleh karena itu, PWP 2026 tidak hanya diposisikan sebagai forum berbagi pengetahuan teknis, tetapi juga sebagai ruang pembentukan mindset dan kepemimpinan bagi pelaku usaha. “Kami ingin peserta pulang dengan perspektif baru tentang bisnisnya, bukan sekadar membawa catatan materi. Perubahan cara berpikir inilah yang kami harapkan bisa berdampak langsung pada pertumbuhan usaha mereka,” tambahnya.
Panitia berharap Pesta Wirausaha Palopo 2026 dapat menjadi agenda strategis dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di Kota Palopo dan wilayah Luwu Raya, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha yang siap bertumbuh dan bersaing.
